SEKILAS INFO
13-04-2021
  • 4 minggu yang lalu / MAKESTA dan Pelantikan Pengurus IPNU, Selasa-Kamis 23-25 Maret 2021
  • 4 minggu yang lalu / Pelantikan Pengurus OSIS Putri, Sabtu 20 Maret 2021
  • 4 minggu yang lalu / MAKESTA dan Pelantikan Pengurus IPPNU,  Selasa – Kamis 16-18 Maret 2021
1
Des 2014

masjid gunung

Sosok pria satu ini tidak terlahir dari keluarga berdarah biru, putra seorang ustad, apalagi kiyai. Ia hanyalah anak seorang petani biasa yang dibesarkan dalam kondisi serba kekurangan. Lahir pada 06 Pebruari 1978 di Tembelang, Lamongan dengan nama kecil Pajeg, sebelum akhirnya memutuskan untuk mengubah panggilannya dengan nama Ahmad Muzakki.
Masa kecilnya ia jalani di tempat kelahirannya, di desa Sidokumpul, Sambeng Lamongan. Layaknya anak petani seusianya di desa, Ahmad Muzakki mengisi hari-harinya dengan membantu kedua orang tuanya di sawah, bercocok tanam dan mengembala kambing. Aktivitas itu ia lalui dengan keceriaan dan kesabaran hingga ia menamatkan pendidikan dasarnya di SDN I Sidokumpul, Sambeng Lamongan.
Setamat SD, Muzakki mengutarakan keinginannya pada kedua orang tua untuk melanjutkan pendidikan menengahnya di pondok pesantren. Melihat tekad Muzakki yang begitu kuat untuk mondok, keduanya pun merestui. Muzakki pun melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar Jombang yang waktu itu di asuh oleh alm. KH. Sohib Bisyri. Sedangkan pendidikan formalnya ia tempuh di MTsN Denanyar yang letaknya tepat ada di belakang pondok.
Tidak seperti santri lainnya yang rutin mendapatkan kiriman uang bulanan dari orang tuanya, Muzakki menjalani kehidupan di pesantren dengan penuh keprihatinan. Kondisi perekonomian keluarga yang tidak stabil membuat Muzakki harus bersabar dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Menahan lapar hampir menjadi rutinitas kesehariannya. Untuk bertahan di Pondok, Muzakki terkadang membuka jasa cuci pakaian bagi teman-temannya. Selain itu ia juga menjadi abdi ndalem, membantu mengurusi kebutuhan Kyai beserta keluarganya, mulai dari mencuci, belanja kebutuhan sehari-hari hingga memasak di dapur. Dengan cara ini, ia mampu menyambung hidup hingga menamatkan pendidikannya di Pondok Pesantren Mambaul Maarif.
Usai menamatkan pendidikannya di Denanyar, Muzakki hijrah ke Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dan belajar di MA Muallimin seraya mengabdikan diri di ndalem Kyai Sobir. Di Pesantren inilah bakat keilmuan dan kepemimpinan Bapak dari dua anak ini terasah, ia mulai aktif di berbagai organisasi hingga dipercaya sebagai Ketua Pondok Salafiyah asuhan Kyai Sobir. Tidak hanya itu, sang pemilik motto “wong temen, bakal temu” (barangsiapa yang giat pasti dapat) ini juga diamanahi menjadi pembimbing Pondok Pesantren Al-Wahabiyah I Bahrul Ulum, asuhan Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab yang saat ini menjabat sebagai  Wakil Bupati Jombang. Di tengah kesibukannnya belajar dan berorganisasi, pemilik akun facebook Ki Gembul ini juga memiliki jadwal rutin mengajar di MAK Bahrul Ulum (saat ini menjadi MA Unggulan KH. Abd. Wahab Hasbulloh) dan Madrasah Diniyah Asy’ariyah Bahrul Ulum hingga saat ini.
Cita-citanya yang tinggi tidak menyurutkan langkahnya untuk terus menggali ilmu. Meski dengan segala keterbatasan ekonomi, mantan sekretaris Ikatan Seni Hadrah (ISHARI) anak cabang Tembelang ini terus melakukan pengembaraan intelektualnya di STAI Bahrul Ulum hingga akhirnya ia menyandang gelar sarjana pendidikan Islam (S.Pd.I.). Kepiawaiannya dalam berpidato mengundang kekaguman banyak pihak. Oleh sebab itu, suami dari Khumaidah ini kerap mendapat undangan mengisi pengajian di dalam dan luar kota. Rutinitas dakwah dari satu masjid ke masjid lainnya, dan dari satu musholla ke musholla lainnya seolah telah menyatu dalam denyut nadinya.

Data Sekolah

MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

NPSN : 20579998

Jl. K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Gg. Pondok, Tambakberas, Tambakrejo, Jombang
KEC. Jombang
KAB. Jombang
PROV. Jawa Timur
KODE POS 61451

Statistik Website

Arsip