SEKILAS INFO
08-12-2021
  • 3 bulan yang lalu / Nama – Nama Lulusan yang Diterima Di Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, dan Dunia Kerja Tahun 2021 : AHMAD ARYA R.(UIN Surabaya), MUH. ANGGI H. N. (UIN Sunan Kalijaga), MOCH. RHEZALDI N.Z.N. (ITAT Surabaya), MOH. FALAQ KHOMEINI (PENS Surabaya),RISWANDA SHOFANSA (POLINEMA Malang),MUH. KHOILUL ROHMAN (Politeknik Negeri Jember), Mochammad Rizky Santosa(Kepolisian RI “Bintara Polri”)
  • 3 bulan yang lalu / MOH. ARI NURHUDA A. (ITAT Surabaya), ADAWIYAH QONITA (STIKES Bahrul Ulum Jombang),AMIDDANA R.D.(Poltekkes Kemenkes Surabaya), AYUNDA DIANATUL I.(UIN Malang), DEWI INTAN A.(UNAIR Surabaya)
  • 3 bulan yang lalu / DIVA GAYATRI(Poltekkes Negeri Malang), DYAH AYU R.(UIN Walisongo Semarang), KHALIMATUS S.(IAIN Kediri), LUBABA UFA (UIN Malang), MUHAYYINATUL F.(IAIN Kediri)
  • 3 bulan yang lalu / NAJWA SYARIFAH S. (Poltekkes Negeri Surabaya), NETYA SYAFA P.B.(UNAIR Surabaya), TSABITAH NURIL A.(UINSA Surabaya), ULQY KHOIRUN N.A.(UTM Madura), YUNITA NUR(UPN Veteran Negeri Surabaya)
  • 3 bulan yang lalu / ZUHRIYAH A.H.(UINSA Surabaya), ADIKA R.(UIN Malang), AHMADIKA M.S.(UIN Yogyakarta), MOH. KHUSNUL L.A.(UIN Yogyakarta), MOH. WAFIUL A.(UNSWAGATI Cirebon)
  • 3 bulan yang lalu / MUH. ROMAHURMUZI F.(UIN SATU Tulungagung), MUH. MUWAFIQ K.(UIN SATU Tulungagung), ARGA Y.N.(UINSA Surabaya), AMALIA W.A.(UINSA Surabaya), DIAN RIFQI F.(UIN Malang)
  • 3 bulan yang lalu / DIVA A.P.(UNAIR Surabaya), NENY KHOIRUN N.(UIN Malang), NURUL RIZQI T.(Poltek Negeri Malang), SALSABIL F.H.(UM Malang), SALSABILA F.(UBHARA Surabaya)
  • 3 bulan yang lalu / SHOFI NUR A.(UIN Yogyakarta), SITI NUR R.(ISI Surakarta), WIHDATUL H.(UNESA Surabaya), HILYATUL A.M.(UIN SATU Tulungagung), ACH. AZIZY M.(UII Yogyakarta)
  • 3 bulan yang lalu / AKH. DWI RISMANTO(Al Azhar Kairo (Mesir), A. FUAD HABIB(UIN Yogyakarta), A. MUWAFIQ NADHIF(Cham International Islamic Center Timur Tengah), A. SULAIMAN(UIN Suska Riau), DIMAS RIYANTO(IAIN Kediri)
  • 3 bulan yang lalu / FATKHUR ROKHMAN(IAIN Syekh Nurjati Cirebon), M. FADILAH ASYHARI(UIN Yogyakarta), M. SYAHROFI ADLUL K.( UIN Suska Riau), MOHAMAD FAUZAN(UINSA Surabaya), MUH. IMAM AKBAR(UIN Malang)
  • 3 bulan yang lalu / MUH. VANSA DIMAS P.(UMSIDA Sidoarjo), MUH. ZAHIDIN MA’ARIF(IAIN Kediri), A. AQIL MUSADDAD(Al Azhar Kairo Mesir), A. BEGHTAS DHIYA’UL H.( Universuitas Bildad Al Syam Timur Tengah), MOCH. SYAMSUDDIN YUSUF A.(UIN SATU Tulungagung)
  • 3 bulan yang lalu / MUH. EKKY FAKHRUNNAJAH(UNWAHA Jombang), FIFI NUR A.(UTM Madura), FIRDA ZAJILAH R.(UNWAHA Jombang), ISNA NAZIDA A.(IAIN Kediri), MAULIDA EVA M.(UNWAHA Jombang)
  • 3 bulan yang lalu / NAFA CHISBIYAH(UNHASY Jombang), NAJWA KAMILAH(UIN Jakarta), SHINTA RATU PUTRI U.P.(UINSA Surabaya), SHAFA’ AFIFAH K.(UIN Bandung), AISAH CHUSNUL K.( KURSUS), AFWAJ RIZIQ(Mondok), MUH. HUSNUN NI’AM(Kerja), MUH. ALI AFLAH KHOLILURROHMAN(Kerja)
  • 4 bulan yang lalu / Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Bahrul Ulum Mengucapkan Selamat Tahun Baru 1443 H
25
Nov 2021
0
Biografi Singkat Alm. K. H. Imam Asy'ari Muchsin

Lahir di Tulungagung, pada 5 Juli 1943. Imam Asy’ari adalah putra pertama K.H. Muchsin Abdul Wahab, ulama terkenal, Pengasuh Pondok Pesantren Dawuhan, Blitar, Jawa Timur. Sebagai putra seorang ulama, masa kecil Imam Asy’ari banyak dihabiskan untuk mempelajari ilmu agama kepada ayahanda tercinta.

Pengembaraan Imam Asy’ari dalam menimba ilmu dimulai saat memasuki jenjang SLTA. Imam Asy’ari menempuh pendidikan SMA di Malang, pada pesantren asuhan K.H. Sahal. Lulus SMA, Imam Asy’ari kemudian memperdalam ilmu agama di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, dan berguru langsung kepada K.H. Ali Ma’shum selama 3 tahun. Dari Krapyak, Imam Asy’ari melanjutkan belajar sebagai santri di Pondok Pesantren Sarang, asuhan K.H. Zubair, ayahanda almarhum K.H. Maimun Zubair.

Menikah dengan Mundjidah Wahab pada tahun 1969. Mundjidah Wahab adalah putri K.H. Abdul Wahab Chasbulloh, Inisiator, Pendiri, dan Penggerak Nahdlatul Ulama. Usai menikah, Imam Asy’ari kemudian menetap dan mengabdikan diri di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, bersama istri tercinta. Pasangan Imam Asy’ari dan Mundjidah Wahab dikaruniai 6 orang putra putri, yaitu Achmad Silahuddin, Mohammad Rofi’uddin, Ema Umiyatul Chusna, Awin Tammah, Lailatun Ni’mah, dan Mamba’uddin.

Hari-hari K.H. Imam Asy’ari Muchsin di Tambakberas banyak dihabiskan untuk mengajarkan kitab-kitab salaf di pesantren dan mengajar di Madrasah. Kitab salaf yang menjadi wiridan beliau adalah Fathul Qorib. Pada lembaga pendidikan formal, beliau pernah mengajar di Madrasah Muallimin Muallimat Atas (MMA) dan masih aktif sebagai guru di MTsN Tambakberas hingga akhir hayat. K.H. Imam Asy’ari Muchsin juga pernah menjabat sebagai Bendahara Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Turut Serta Mengembangkan Bahrul Ulum.

Era tahun 1990-an Pondok Pesantren Bahrul Ulum mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ini salah satunya ditandai oleh jumlah santri yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Keadaan ini memotivasi bagi berdirinya unit-unit pesantren dalam naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Tak ketinggalan, K.H. Imam Asy’ari Muchsin bersama istri tercintanya, Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab, mendirikan unit pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Putri Al Lathifiyyah II Bahrul Ulum pada tahun 1990. Dua tahun sebelum itu, yakni tahun 1988, beliau berdua juga terlebih dulu mendirikan asrama pesantren khusus mahasiswa, yang selanjutnya berubah nama menjadi Pondok Pesantren Al Wahabiyyah I Bahrul Ulum.

Selain mendirikan pesantren, almarhum K.H. Imam Asy’ari Muchsin juga terus menyeru kepada pembimbing dan pengurus pondok saat itu agar mengubah sistem pembelajaran klasikal menjadi Madrasah Diniyah sebagai solusi atas kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional RI tahun 1989 (UUSPN 89) yang menyamakan kurikulum madrasah dengan sekolah. Wujud sikap bijak almarhum dalam menyikapi regulasi dunia Pendidikan juga diekspresikan dengan memelopori berdirinya Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) Bahrul Ulum pada tahun 1994. MAK saat ini berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh.

Sosok Jenaka, Cinta Seni, dan Disiplin

Semasa hidupnya, K.H. Imam Asy’ari Muchsin merupakan sosok kiai jenaka, pencinta seni, dan disiplin. Selera humornya yang tinggi, terutama saat memberikan sambutan atau pidato, membuat para santri selalu menunggu dan bersemangat untuk mendengarkan apa yang beliau sampaikan. Pesan yang serius selalu beliau sampaikan dengan gaya jenaka dan penuh humor. Para santri yang pernah mendengarkan sambutan atau tausiyahnya hampir pasti masih mengingat cerita tentang “kaca mata, segi tiga, bendera (salah satu negara), dan juga tokoh imajiner bernama John Poni dan Hernik Murtiningsih.”

Frasa kaca mata dan segi tiga biasanya beliau gunakan untuk memperhalus kalimat saat memberi wejangan kepada para santri agar disilpin dalam merawat pakaian yang dimiliki, tidak meletakkannya di sembarang tempat, serta tidak membiarkannya saat jatuh dari jemuran. Sementara bendera (salah satu negara) beliau gunakan agar para santri putri tidak sembarangan dalam membuang “barang bekas pakainya.” Sedang tokoh imajiner John Poni dan Hernik Murtiningsih biasa beliau dramatisasikan dengan atraktif untuk menasihati para santri terkait pergaulan dengan lawan jenis. Jenaka penyampainnya, namun mengena pesan-pesannya. Begitulah kira-kira kalimat yang tepat untuk menggambarkan kemahiran beliau dalam berkomunikasi lisan saat pidato.

Kecintaannya pada dunia seni, terutama seni sastra terlihat dari kepiawaian beliau dalam menyusun bait-bait syair saat ceramah dan berkhutbah. Bila giliran beliau yang membaca khutbah Jumat, para santri sering menunggu, di antara yang ditunggu adalah kalimat-kalimat bersajak yang beliau selipkan pada bagian khutbahnya.

Dalam persoalan disiplin, beliau layak dijadikan teladan. Salah satu contohnya, hampir setiap kegiatan pondok, terutama Pondok Pesantren Putri Al-Lathifiyyah II, beliau selalu hadir lebih awal, duduk di kursi menyambut para tamu, termasuk para guru yang terkadang harus merasa malu dan bersalah karena pengasuhnya lebih dulu hadir.

K.H. Imam Asy’ari Muchsin berpulang ke rahmatulloh pada Sabtu Pon, 31 Agustus 1996 M., bertepatan dengan 16 Robiul Tsani 1417 H. Di saat santri terus-menerus mengumandangkan sholawat burdah, menunggu beliau hadir memberi pengajian rutin Fathul Qorib selepas sholat shubuh, saat itulah sang kiai berpulang ke Rahmatullah dalam posisi duduk menelaah kitab yang akan beliau baca di hadapan para santri.

Semoga almarhum nyaman di sisi-Nya. Aamiin. Lahu Al-Faatihah… Tambakberas, 24 November 2021

Data Sekolah

MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

NPSN : 20579998

Jl. K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Gg. Pondok, Tambakberas, Tambakrejo, Jombang
KEC. Jombang
KAB. Jombang
PROV. Jawa Timur
KODE POS 61451

Statistik Website

Arsip