SEKILAS INFO
28-02-2021
  • 3 hari yang lalu / Diklat TPQ 13-18 Maret 2021
  • 4 hari yang lalu / Link pendaftaran http://mauwhbu.edupongo.com/ppdb
  • 4 hari yang lalu / Jalur Reguler 16 Februari – 15 Mei 2021
23
Feb 2021
1
Cara Membagi Jumlah Jam Mengajar Guru Pada Sekolah/Madrasah

Bagi sebagian kepala sekolah/madrasah, membagi jumlah jam mengajar guru bukanlah hal mudah. Hal ini karena masing-masing guru punya kepentingan yang berbeda-beda. Ada guru yang senang dengan jumlah jam lebih banyak. Namun, ada pula yang lebih suka mendapat jatah sedikit jam mengajar. Bagi yang menginginkan jumlah jam banyak antara lain beralasan untuk memenuhi ketentuan batas minimal memperoleh tunjangan profesi. Sedang yang menginginkan jam sedikit mungkin karena baginya mengajar bukanlah pekerjaan utama. Mengajar hanya untuk menambah teman atau sekadar menaikkan status sosial.
Perbedaan kepentingan seperti tersebut sulit diselesaikan dengan jalur diplomasi. Masing-masing pihak terkadang bersikukuh pada kepentingan pribadinya dengan cara menyusun argumentasi yang rasional. Dalam posisi seperti ini biasanya kepala sekolah/madrasah dibikin pusing bukan karena berpikir bagaimana mengatur sekolah/madrasah agar lebih maju dan berkualitas, tetapi akibat tidak menemukan cara untuk menjelaskan agar masing-masing guru tidak berpikir dan mengedepankan kepentingan individu. Guru yang seharusnya membantu kepala sekolah/madrasah dalam memecahkan berbagai persoalan kelembagaan justru menjadi beban tambahan bagi kepala sekolah/madrasah yang pada puncaknya jika tidak segera diatasi dapat menghancurkan masa depan lembaga.
Tulisan ini dimaksudkan untuk membantu kepala sekolah/madrasah dalam membagi jumlah jam demi menghindari konflik kepentingan antar guru melalui pendekatan proporsional dan berkeadilan. Untuk menentukan proporsionalitas kebijakan dapat kita lakukan dengan cara membagi guru dalam empat kelompok, yaitu :

1. Guru satminkal tanpa tugas tambahan.
Guru satminkal tanpa tugas tambahan adalah guru yang mengajar pada suatu sekolah/madrasah yang sekaligus merupakan satuan administrasi pangkalnya dan tidak mendapat tugas tambahan.

2. Guru satminkal dengan tugas tambahan.
Guru satminkal dengan tugas tambahan adalah guru yang mengajar pada suatu sekolah/madrasah yang sekaligus merupakan satuan administrasi pangkalnya dan mendapat tugas tambahan, misalnya sebagai wakil kepala atau jabatan lainnya.

3. Guru non-satminkal tanpa tugas tambahan.
Guru non-satminkal tanpa tugas tambahan adalah guru yang mengajar pada suatu sekolah/madrasah yang bukan merupakan satuan administrasi pangkalnya dan tidak mendapat tugas tambahan.

4. Guru non-satminkal dengan tugas tambahan.
Guru non-satminkal dengan tugas tambahan adalah guru yang mengajar pada suatu sekolah/madrasah yang bukan merupakan satuan administrasi pangkalnya dan mendapat tugas tambahan, misalnya sebagai wakil kepala atau jabatan lainnya.
Sesuai dengan urutannya, guru yang sebaiknya mendapat jumlah jam lebih banyak adalah guru satminkal tanpa tugas tambahan. Ada dua alasan mengenai hal ini, yaitu pertama ketika seorang guru menetapkan sekolah/madrasah sebagai satminkalnya berarti dia harus siap untuk menjadikannya sebagai tempat utama pengabdian, dan kedua tanpa adanya tugas tambahan berarti seorang guru dapat fokus pada tugas pembelajaran. Jumlah jam lebih banyak di bawahnya adalah untuk guru satminkal dengan tugas tambahan. Jumlah jam di bawahnya lagi adalah untuk guru non-satminkal tanpa tugas tambahan karena meski tanpa tugas tambahan umumnya guru non-satminkal hanya berkepentingan untuk memenuhi kekurangan jumlah jam yang diperoleh dari satminkalnya sehingga fokusnya lebih rendah bila dibandingkan dengan guru satminkal dengan tugas tambahan. Posisi jumlah jam paling bawah adalah guru non-satminkal dengan tugas tambahan.
Berikut contoh rumus yang dapat digunakan sebagai panduan membagi jumlah jam mengajar guru pada sekolah/madrasah dengan jumlah rombongan belajar (rombel) ideal.

Rumus Menentukan Jumlah Jam Mengajar Guru

Apabila jumlah rombel belum ideal sebaiknya mengadaptasi sesuai dengan kemungkinannya. Misalnya, pada sekolah/madrasah yang baru berdiri dapat menukar antara nomor 1 dan nomor 2, yakni jumlah jam yang lebih banyak diberikan kepada guru satminkal dengan tugas tambahan, dengan catatan apabila intensitas pekerjaan pada tugas tambahan belum banyak. Kebijakan ini biasanya ditempuh untuk memperkuat ikatan agar guru yang besangkutan merasa cukup pekerjaan dan tidak mudah berpaling ke lembaga lain dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh Faizun, S.Ag., S.Pd., M.Pd.
Pelatih Indonesia Australia Patnership in Basic Education Tahun 2006 s.d. 2007
Kepala MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Bahrul Ulum
Tambakberas Jombang.

 

zr, Selasa, 23 Feb 2021

Mauwh JAYA

Data Sekolah

MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

NPSN : 20579998

Jl. K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Gg. Pondok, Tambakberas, Tambakrejo, Jombang
KEC. Jombang
KAB. Jombang
PROV. Jawa Timur
KODE POS 61451

Statistik Website

Arsip