SEKILAS INFO
25-05-2022
  • 1 bulan yang lalu / Nama – Nama Lulusan yang Diterima Di Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2022 : NABIELAH MAJDAH A.(UNESA), NUR SAFIQOH A.(UNESA), HARITSAH NI’MATUL K.(UNESA), ALYA RAHMA D.(UNAIR), KHOIRUN NISA'(Politeknik Negeri Batam), TRIANA WATI(Univ. Trunojoyo), DELIMA DAWAUL Q.(UIN Malang), PUTRI MAIA S.(UIN Malang), SINTIA NURUL K.(UIN Malang), NI’I GUSTI N.(Politeknik Negeri Malang)
  • 1 bulan yang lalu / MOH. HUSSEIN N.C.(IAIN Kediri), NIZAMUDIN AULIA(IAIN Ponorogo), ANDUNG A.(IAIN Ponorogo), AAKHIDZATIS S.(UIN Jember), ANISSA FATIH(UIN Malang), HASNA NAJMATUL M.(IAIN Ponorogo), NABILA R.J.(IAIN Tulungagung), NAILA BAITA F.H.(IAIN Tulungagung), UMULAILATUL H.(IAIN Ponorogo), MUH. RAFFY A.R.(UIN Malang), DEFAN AULI R.(UIN Malang), AKHAM RIZAL N.(UIN Banten)
  • 1 bulan yang lalu / ASFIYATUSSUNDUSIYAH(IAIN Tulungagung), ERSY SALMA N.(UIN Yogyakarta), FAHWA TALIYATUN N.F.(UIN Malang), FADHILA AMALIA(UIN Yogyakarta), NAJWA NAMIYYAH A.(UIN Malang), MUH. BINTANG P.(UINSA Surabaya), M. MAHDIN N.F.(UIN Yogyakarta), SAEFUL FARIS(UINSA Surabaya), ELOK KHORIDATUZ Z.(UINSA Surabaya), PUTRI SOFIANA A.(UIN Malang), RUSFIANA SHINTA D.(UINSA Surabaya)
23
Apr 2019
0
Kiai Zawawi Imron: Santri Malas Belajar, Tidak Layak Hidup

Jombang — Ada sejumlah ciri yang akan membedakan antara mereka yang berpredikat sebagai santri dengan kalangan lain. Yang utama adalah memiliki etos belajar tinggi dan berutur kata dengan kalimat indah.

Penegasan ini disampaikan KH D Zawawi Imron. Penyair nasional tersebut menyampaikan pesannya pada Muwadaah dan Tasyakuran Kelas Akhir Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (20/4).

Dalam pandangan penyair yang dikenal dengan sebutan Sang Celurit Emas itu, santri adalah mereka yang belajar kalimat suci dan indah yaitu Al-Qur’an. Karena seperti diketahui, kitab suci umat Islam tersebut keindahannya tidak tertandingi.

“Karena itu para santri harus bertutur santun dan kalimat yang disampaikan indah,” ungkap kiai yang kini tinggal di Sumenep tersebut.

Akhlak menjadi pembeda karena para santri meniru kiai serta ulama. “Dan kiai juga meniru apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW,” jelasnya.

Di hadapan para undangan, ratusan wisudawan dan wali murid tersebut, Kiai Zawawi juga mengemukakan alasan KH Abd Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab menyatakan hubbul wathan minal iman.

“Karena tidak ada alasan untuk tidak cinta tanah air,” jelas peraih sejumlah penghargaan dari dalam dan luar negeri ini.

Namun demikian, komitmen cinta tanah air harus dibuktikan dengan perilaku nyata. Seperti dengan tidak berbuat maksiat, menebar kebencian di negeri sendiri, dan sejenisnya. “Bagi Mbah Wahab, tanah air bukan semata ibu pertiwi, tetapi juga sajadah kita,” urainya. Oleh sebab itu tidak ada kamus memberontak di kalangan santri, lanjutnya.

Hal menonjol yang juga tidak boleh hilang bagi setiap santri adalah tingginya etos belajar. “Barangsiapa yang malas belajar di waktu muda, bertakbirlah empat kali atas kematiannya,” katanya mengutip pernyataan Imam Syafii.

Tidak berhenti sampai di situ, Kiai Zawawi Imron juga memberikan penegasan terkait anak muda yang tidak memiliki semangat belajar. “Mereka adalah anak yang gagal dilahirkan oleh ibunya. Dengan demikian, santri yang malas belajar tidak layak untuk hidup,” tegasnya.

Di akhir orasi budayanya, Zawawi Imron membacakan puisi berjudul Ibu yang mampu menghipnotis hadirin. Pada kesempatan tersebut dirinya juga mengajak hadirin untuk membacakan shalawat demi kejernihan rohani. (s@if)

Data Sekolah

MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

NPSN : 20579998

Jl. K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Gg. Pondok, Tambakberas, Tambakrejo, Jombang
KEC. Jombang
KAB. Jombang
PROV. Jawa Timur
KODE POS 61451

Statistik Website

Arsip