SEKILAS INFO
31-07-2021
  • 1 bulan yang lalu / PAT 2020-2021 SELASA 8 Juni 2021 – SABTU 19 Juni 2021
  • 4 bulan yang lalu / MAKESTA dan Pelantikan Pengurus IPNU, Selasa-Kamis 23-25 Maret 2021
  • 4 bulan yang lalu / Pelantikan Pengurus OSIS Putri, Sabtu 20 Maret 2021
26
Nov 2019
0
Laila Ishomatul Faizah Pertama Tampil, Langsung Juara Qiraah

Jombang — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh (MAUWH) Tambakberas, Jombang.

Beberapa waktu berselang, adalah Laila Ishomatun Faizah berhasil menggondol piala cabang qiraah pada ajang Porseni antar MAN/MA se-Kabupaten Jombang. Kegiatan yang berlangsung di MA Darussalam Sengon tersebut juga menggelar sejumlah lomba.

Faiz, sapaan akrabnya, berhasil menyingkirkan lawan-lawannya yang pastinya merupakan perwakilan terbaik dari sekolah tingkat atas, melalui indahnya lantunan suara qiraahnya.

Dari Lomba Singer ke Qiraah

Perempuan yang lahir di Jombang, 10 Februari 17 tahun lalu ini menceritakan awal mulanya ditunjuk untuk mewakili MAUWH pada lomba yang diadakan 2 tahun sekali ini.

“Sebenarnya saya ikut cabang lomba singer, bukan qiraah. Tiba-tiba sepekan sebelum lomba, saya disuruh Ibu Atus untuk mengikuti lomba qiraaah karena yang ikut cabang ini ditunjuk ikut cabang lomba lain, terus saya disuruh menggantikan,” katanya.

Laila Ishomatul Faizah

Faiz mengaku kalau dirinya sebenarnya sedikit kaget saat ditunjuk untuk berganti cabang lomba. Selain waktunya mepet, yaitu  kurang sepekan, tekniknya  juga harus berubah. Karena singer dan qiraah pasti memiliki perbedaan teknik.

Anak yang hobi menyanyi ini juga menceritakan begitu singkatnya berlatih sebelum lomba.

“Setelah diberitahu, saya otomatis latihan,” ungkapnya.

Latihan yang dilakukan juga sangat singkat. “Hanya 3 kali pertemuan,  itu pun waktunya tidak sampai sejam, kira-kira 20 menitan,” kenangnya.

Selain itu, kendala yang dihadapi ada di maqra’.

“Maqra’ dari panitia itu ada 3, surat al-Baqarah, Ali Imran dan al-Isra’. Nah, saya kan tidak bisa  buat lagu, jadi lagu dibuatin guru saya. Tapi yang dibuatkan itu cuma 2 maqra’ yaitu surat Ali Imran dan al-Isra’,” sergahnya.

Karena waktunya mepet, jadi yang maqra’ al-Baqarah belum sempat dibuatkan.

“Terus saya mengeluh ke ibu, kalau saya tidak bisa buat lagu sementara maqra’ masih kurang 1 yang belum dibuatkan lagu sama sekali,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, ibunda Laila Ishomatun Faizah adalah guru qiraah. “Jadi, ya alhamdulillah bisa buat lagu, tapi sebenarnya percuma, soalnya saya itu tidak bisa kalau waktunya mepet, belum latihannya ,” terangnya.

Ibunya berkata, agar Laila Ishomatun Faizah berdoa semoga tidak mendapatkan maqra’ tersebut.

Akhirnya saat pengambilan undian, Faiz mendapat undian maju kedua dengan maqra’ yang bisa dibilang keberuntungan yaitu al-Isra’. Karena selain dia tidak mendapat maqra’ yang belum sama sekali dia bisa, surah al-Isra’ juga jarang digunakan untuk qiraah.

Hari yang ditungu-tunggu telah tiba, 5 September 2019 untuk berangkat ke tempat lomba didampingi gurunya, Faridatun Ni’mah.

Perasaan anak yang pernah sekolah di MI Bustanul Ulum dan MTsN Tambakberas ini nerves dan deg-degan. Karena kali terakhir dirinya ikut lomba adalah saat kelas 3 MTsN, setelah itu belum pernah ikut lomba qiraah lagi.

Ia juga menyatakan perbedaan antara saat lomba dengan diundang ke suatu acara. “Sebenarnya saya sering manggung, tapi beda rasanya. Kalau manggung itu kan tidak ada yang nilai, kalau lomba ada juri, jadi ya harus ekstra pastinya,” ungkapnya.

Perempuan yang juga menjadi Koordinator Bidang Jami’atul Qura’ dari Pondok Pesantren Putri Al- Lathifiyyah 1 ini menyatakan bahwa sebenarnya saat pengumumman tidak tahu menahu kalau dia mendapat juara ke 2. Karena saat itu langsung pulang.

”Saat itu, tahunya dari teman saya yang memberi tahu ke guru MAUWH,” katanya.

Dirinya juga tidak punya harapaan untuk menang. “Soalnya lawan-lawan saya yang bisa dibilang berat saat lomba di MTs dulu itu ikut semua. Tapi syukur alhamdulillah saya mendapat juara dua,” bangganya.

Perasaan Faiz waktu itu sangat senang, karena ia mengaku pernah satu kali ikut lomba MTQ kala masih MTs dan waktu itu dia mendapat juara harapan 3. Kali ini ia senang karena ada peningkatan.

Sebelum lomba dirinya meminta doa restu kepada guru dan ibunya. Karena doa dari guru dan orang tua memberi dampak besar bagi kesuksesan seseorang.

“Pokoknya, kata ibu saya harus semangat dan jangan nerveus, itu kuncinya. Guru-guru juga sangat mensupport dan mendoakan saya supaya lancar dalam perlombaan,” jelasnya.

Anak yang lahir dari keluarga qari’ ini menyatakan setelah lomba ini dia memiliki keinginan untuk melanjutkan lebih giat. Karena qiraah itu tidak bisa kalau tidak benar-benar latihan serius.

Dan menurutnya, qiraah akan lebih mudah membuatnya masuk ke tingkat nasional daripada menyanyi. “Karena menyanyi adalah suatu hal yang umum yang sebagian besar orang bisa melakukannya,” tegasnya.

Ibunda Faiz, Riyadlatul Badi’ah memberi pesan kepadanya setelah kemenangannya dalam porseni tahun ini. “Teruskan dan tekuni qira’ah, jangan di nyanyi. Karena kamu punya bakat, lebih baik kamu qiraah daripada nyanyi,” pesan ibunda.

Faiz sebenarnya lebih suka menyanyi dari pada qiraah tapi anak Peterongan Jombang ini terus berusaha untuk menuruti keinginan guru dan orang tuanya serta keyakinan pribadi dari dirinya sendiri untuk menjadi seorang qariah. (Kurnia Afidati Mar’ah, X MIPA 2)

Data Sekolah

MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

NPSN : 20579998

Jl. K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Gg. Pondok, Tambakberas, Tambakrejo, Jombang
KEC. Jombang
KAB. Jombang
PROV. Jawa Timur
KODE POS 61451

Statistik Website

Arsip