SEKILAS INFO
16-04-2021
  • 1 bulan yang lalu / MAKESTA dan Pelantikan Pengurus IPNU, Selasa-Kamis 23-25 Maret 2021
  • 1 bulan yang lalu / Pelantikan Pengurus OSIS Putri, Sabtu 20 Maret 2021
  • 1 bulan yang lalu / MAKESTA dan Pelantikan Pengurus IPPNU,  Selasa – Kamis 16-18 Maret 2021
16
Jan 2021
0
Nasionalisme Dilingkungan Madrasah

Di era globalisasi, pergaulan antar bangsa semakin kental. Batas antarnegara hampir tidak ada artinya, batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang. Di dalam pergaulan antarbangsa yang semakin kental itu, akan terjadi proses akulturasi, saling meniru, dan saling mempengaruhi di antara budaya masing-masing. Adapun yang perlu dicermati dari proses akulturasi tersebut adalah proses lunturnya nilai budaya suatu bangsa itu sendiri, sebagai contoh yaitu : munculnya sikap individualistis, konsumerisme, semakin menonjolnya sikap materialistis, dan lunturnya budaya leluhur dari semulanya.

Globalisasi adalah sebuah desakan paham dari negara-negara yang kuat secara politik dan ekonomi yang memiliki posisi tawar (bargaining power) untuk mempengaruhi negara-negara yang lemah agar model sosial budaya, ekonomi dan politik yang mereka usung sedapat mungkin sama di semua negara untuk mempermudah pengawasan sesuai dengan kriteria yang mereka buat sepihak demi kepentingan negara-negara kuat tersebut (Soejanto, 2007:10).

Gejala yang dimiliki globalisasi yaitu tidak adanya negara dunia mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. Kebutuhan negara bisa terpenuhi dengan bantuan dari negara lain sehingga mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara langsung maupun tidak langsung. Globalisasi tidak hanya menjadi keuntungan, tetapi juga sekaligus merupakan tantangan. Ketika globalisasi menjadi tantangan tentunya membawa dampak bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia.

Salah satu ciri globalisasi ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dibidang informasi, komunikasi dan transportasi, sehingga dunia menjadi transparan seolah-olah menjadi kampung sedunia tanpa mengenal batas Negara. Kondisi yang demikian menciptakan struktur baru, yaitu struktur global. Kondisi ini akan mempengaruhi struktur dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia, serta akan mempengaruhi pula dalam berpola pikir, sikap dan tindakan masyarakat Indonesia (Sumarsono, 2000:2)

Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama kalangan muda. Sehingga menimbulkan satu permasalahan bagi Indonesia yaitu lunturnya semangat nasionalisme dan patriotisme. Hal ini disebabkan oleh pengaruh budaya asing yang masuk di negara kita, sehingga mengakibatkan banyak generasi muda yang melupakan budayanya sendiri dan menganggap budaya asing lebih modern. Misalnya dari cara berpakaian yang cenderung ke budaya barat. Mereka menggunakan pakaian ketat dan minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang semestinya tidak terlihat. Pada hal berpakaian tersebut sudah jelas tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia.

Apabila dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung acuh terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut paham kebebasan dan keterbukaan sehingga tindakan yang dilakukan juga sesuka hati.. contoh riilnya adanya geng motor yang anggotanya merupakan pemuda yang mengganggu kenyamanan, ketentraman bahkan tindakan kriminal. Akibatnya nilai-nilai luhur bangsa semakin terkikis, padahal sejak dahulu hingga saat ini dan masa yang akan datang peranan pemuda sebagai pilar, penggerak dan pelaksana pembangunan nasional sangat diharapkan.

Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, maka dapat dipastikan moral generasi muda Indonesia menjadi rusak, timbul tindakan anarkis oleh pemuda serta tidak adanya kepedulian terhadap masa depan bangsa. Salah satu cara untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi yaitu dengan membentuk kembali semangat nasionalisme.

.   Nasionalisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada Negara kebangsaan. Perasaan sangat mendalam akan suatu ikatan yang erat dengan tanah tumpah darahnya, dengan tradisi-tradisi setempat dan penguasa-penguasa resmi didaerahnya selalu ada di sepanjang sejarah dengan kekuatan yang berbeda-beda (Kohn, 1984:11).

Individu maupun kelompok yang memiliki rasa cinta terhadap tanah airnya akan senantiasa berusaha dengan segala daya upaya yang dimiliki untuk melindungi, menjaga kedaulatan, kehormatan dan segala apa yang dimiliki oleh negaranya. Rasa cinta tanah air inilah yang diharapkan dapat mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis, menangkal munculnya ideologi radikalisme serta mendorong perilaku individu untuk membangun negaranya dengan penuh dedikasi.

Begitu pentingnya sikap nasionalisme dalam diri seseorang, sudah seharusnya sikap cinta tanah air ditanamkan sejak dini khususnya pada jenjang sekolah menengah yang siswa-siswanya beranjak dewasa dan mulai mengenali jati dirinya. Pembentukan sikap nasionalisme dapat dilakukan melalui berbagai cara yang salah satunya melalui pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Selain mewariskan, Pendidikan merupakan faktor yang utama dalam membentuk kepribadian manusia. Pendidikan mempunyai peran penting dalam membentuk baik dan buruknya pribadi manusia. Oleh karena itu, pemerintah harus sangat serius dalam menangani bidang pendidikan, sebab dengan adanya sistem pendidikan yang baik diharapkan akan muncul generasi muda yang berkualitas dan mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa.

Pembentukan nasionalisme dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu melalui intrakurikuler, ekstrakurikuler dan budaya sekolah. Upaya pertama yaitu melalui pembelajaran (intrakurikuler) dimana pembelajaran merupakan hal pokok dalam kegiatan madrasah misalnya melalui mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dan Sejarah.

Upaya kedua adalah melalui ekstrakurikuler. ekstrakurikuler merupakan salah satu sarana peserta didik dalam mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga sangat penting bagi peserta didik untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan. Dalam penelitian ini ekstrakurikuler yang dipilih yaitu Kebersihan Lingkungan Hidup (KLH), Pramuka, dan Paduan Suara. Upaya dalam membentuk sikap cinta tanah air siswa melalui ekstrakurikuler KLH yaitu dengan mengajarkan siswa menjaga serta merawat lingkungan madrasah agar nantinya siswa dapat menjaga lingkungan Upaya ketiga adalah melalui budaya madrasah. Dalam konteks madrasah berarti semua warga madrasah dituntut dapat menjaga nilai yang ada dalam madrasah, taat terhadap tata aturan yang belaku dan mengetahui serta melaksanakan hak maupun kewajibannya. (IM)

Data Sekolah

MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

NPSN : 20579998

Jl. K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Gg. Pondok, Tambakberas, Tambakrejo, Jombang
KEC. Jombang
KAB. Jombang
PROV. Jawa Timur
KODE POS 61451

Statistik Website

Arsip