SEKILAS INFO
28-02-2021
  • 3 hari yang lalu / Diklat TPQ 13-18 Maret 2021
  • 4 hari yang lalu / Link pendaftaran http://mauwhbu.edupongo.com/ppdb
  • 4 hari yang lalu / Jalur Reguler 16 Februari – 15 Mei 2021

Latihan Vokal Melalui Paduan Suara

Paduan Suara merupakan salah satu cabang Pengembangan Diri di Madrasah Aliyah Unggulan KH. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Pengembangan diri ini menjadi pengembangan diri favorit karena banyaknya prestasi yang didapatkan. Selain menyanyi, Pengembangan Diri Paduan Suara bertujuan untuk melatih kerjasama anggota dalam kelompok karena dibutuhkan kerja keras dan komitmen demi kemajuan setiap anggota dan grup.

Setiap pekannya, anggota Paduan Suara berkumpul untuk berlatih dengan didampingi oleh Ustazah Imroatus Sholikhah, S.H. Pengembangan diri ini memang hanya diperuntukkan bagi siswi putri MAUWH, akan tetapi prestasinya tidak dapat diragukan lagi. Lagu yang dinyanyikan oleh anggota Paduan Suara pun beragam, mulai dari pop, kebangsaan, tradisional, hingga mancanegara. Lagu kebangsaan menjadi lagu wajib bagi anggota paduan suara MAUWH.

Pengembangan Diri Paduan Suara diikuti oleh hampir semua kelas putri di MAUWH, sehingga anggota paduan suara pun berasal dari berbagai kelas yang kemungkinan belum kenal sebelumnya. Dengan demikian, Paduan Suara dapat dijadikan sebagai sarana pertemuan dengan orang-orang baru. Pertemuan tersebut dapat menambah kepercayaan diri setiap anggota Paduan Suara MAUWH dalam berbagai hal, misalnya berani tampil menyanyi di atas panggung dan di depan orang banyak. Dalam Paduan Suara, anggota dilatih menggunakan pita suara dengan baik, pengolahan postur tubuh, dan pengendalian pernafasan.

Kritis Bersama PD Kelompok Baca

Kelompok Baca merupakan salah satu cabang Pengembangan Diri di Madrasah Aliyah Unggulan KH. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Pengembangan diri ini sebagai upaya madrasah untuk meningkatkan literasi siswa MAUWH.

Secara umum, literasi diartikan sebagai aktivitas menulis dan membaca. Akan tetapi menurut L. Asri Indah Nursanti (2020: 1), literasi digunakan sebagai landasan dalam medium untuk belajar sepanjang hayat karena literasi bertujuan untuk melatih dalam berpikir kritis dan berani berpendapat.

Kegiatan pengembangan diri ini diisi dengan laporan baca dari anggota yang diwajibkan untuk membaca buku tiap pekannya. Secara tidak langsung, anggota kelompok baca dilatih percaya diri dalam menceritakan buku yang sudah dibaca. Selain itu, kegiatan belajar menulis juga dilangsungkan di bawah pengawasan pembinanya langsung, yakni Ustaz Mustaufiqin, M.HI.

Kegiatan belajar menulis disesuaikan dengan minat masing-masing anggota. Ada yang belajar menulis cerita pendek, esai, dan lain-lain. Sesekali ada materi tentang kepenulisan bagi semua anggota Kelompok Baca yang bertujuan menambah kreativitas anggota dalam kepenulisan. Pengembangan diri Kelompok Baca juga memiliki kegiatan aksidental. Kegiatan tersebut mendatangkan pemateri dari luar, seperti bedah tokoh, bedah buku, ataupun seminar. Perbedaan latar belakang pemateri dapat semakin memperluas wawasan anggota Kelompok Baca MAUWH terkait keluwesan menulis dan membaca, sehingga dapat mempermudah menghadapi berbagai persoalan.

Qiroah, Media Asyik Seni Baca Quran

Qiroah adalah salah satu cabang Pengembangan Diri di Madrasah Aliyah Unggulan KH. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Pengembangan diri ini bertujuan untuk mewadahi siswa yang mempunyai potensi dalam seni baca Al-Qur’an. Secara umum, membaca merupakan salah satu kesenian, membutuhkan kemahiran, ketangkasan, dan latihan. Oleh karena itu, siswa MAUWH dibimbing untuk mengekspresikan seni bacaannya dalam Pengembangan Diri Qiro’ah.

Dalam Pengembangan Diri Qiroah, siswa diarahkan untuk mengubah lambang tulis (ayat Quran) menjadi lambang bunyi dengan mengucapkannya secara lisan. Selain itu, memahami isi ayat Quran yang dibaca pun menjadi acuan penting, supaya bacaannya dapat sampai ke hati pembaca sendiri maupun pendengar.

Terdapat beberapa irama dalam seni baca Quran. Akan tetapi, Pengembangan Diri Qiroah MAUWH lebih sering menggunakan irama Bayati dan Shoba. Jenis irama Bayyati merupakan irama dasar dan memiliki tempo lambat. Sedangkan jenis irama Shoba memiliki irama yang terdengar ringan namun cepat. Shoba juga berkarakter lembut dan terdengar sedih. Kedua jenis irama ini cocok diterapkan dalam Pengembangan Diri Qiro’ah karena merupakan dua tahapan dasar lagu dalam belajar seni baca Quran. Dengan demikian, siswa MAUWH yang memiliki potensi dalam pengembangan diri Qiroah dapat memperoleh bimbingan yang lebih intensif. Saat ini, pembina Pengembangan Diri Qiroah di bawah kendali Ustaz Moch. Aminudin yang sudah tidak dapat diragukan lagi kemampuannya. Selanjutnya, siswa MAUWH akan diarahkan untuk mengikuti perlombaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran), baik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Sehingga, kepercayaan diri dan skill siswa Pengembangan Diri Qiro’ah akan selalu terasah di setiap kondisi dan kesempatan perlombaan.

Melatih Olah Vocal melalui Group Al-Banjari

Tiap-tiap siswa tentu memiliki bakat dan minat yang berbeda-beda. Bakat dan minat merupakan dua hal yang saling berkaitan untuk mengenali potensi diri. Untuk mengoptimalkan potensi diri, maka pengembangan bakat harus sejalan dengan minat.

Madrasah sebagai lembaga pendidikan tidak hanya menjadi wadah dalam meningkatkan potensi akademik siswa, namun juga potensi non akademik yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Oleh karena itu, MA Unggulan KH. Abd. Wahab Hasbulloh mewadahi bakat dan minat siswa dalam kegiatan pengembangan diri. Untuk menggali, mengasah dan megembangkan potensi dalam bidang seni musik, madrasah memberi wadah khusus dalam Pengembangan Diri Seni Al-Banjari (PD Seni Al-Banjari).

Seni Al-Banjari merupakan sebuah kesenian Islami yang menggunakan alat musik rebana yang dimainkan dengan cara dipukul oleh pemainnya dengan tangan. Seni Al-Banjari  biasanya dimainkan untuk mengiringi nyanyian dzikir maupun sholawat yang berisi pesan-pesan agama dan pesan-pesan sosial.

            Keunikan seni Al-Banjari yaitu setiap pukulan pemain yang satu berbeda dengan pukulan pemain yang lain, juga terdapat rumus pukulan sehingga iringan musiknya menjadi harmonis. Siswa yang mengikuti PD Seni Al-Banjari dilatih cara memainkan rebana (terbang) dengan menggunakan rumus, teknik variasi pukulan dan lagu, olah vocal utama, olah vocal untuk backing vocal.

Teknis latihan seni Al-Banjari dengan meniru dan mempraktekkan secara langsung materi yang disampaikan oleh guru pembimbing. PD Seni Al-Banjari dibimbing oleh Ustadz M. Fadhli Munir setiap hari Selasa, berlokasi di madrasah. Adapun output dari diadakannya PD Seni Al-Banjari selain sebagai sarana melatik kemampuan siswa dalam bidang musik yaitu untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dengan kreatifitas dalam seni Al-Banjari. Siswa yang ikut serta dalam pendampingan tersebut juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan perlombaan atau festival Al-Banjari antar sekolah serta berpartisipasi dalam acara peringatan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj atau acara keagamaan lainnya, baik di lingkungan madrasah maupun di lingkungan masyarakat.

Paskibra Latih Siswa dengan Kedisiplinan dan Kekompakan Tim

Paskibra merupakan salah satu cabang Ekstrakulikuler Pengembangan Diri di Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Tambakberas Jombang (MAUWH). Banyak jenis kegiatan ekstrakulikuler yang ada di MAUWH mulai dari olahraga hingga akademik. Salah satunya adalah Paskibra, paskibra yaitu singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera, yang diandalkan untuk menaikan bendera merah putih ketika upacara.

Ekstrakulikuler ini sangat menarik, pasalnya paskibra ini bukan hanya mengibarkan bendera saja tetapi, kedisiplinan dalam hal apapun diajarkan di ekstrakulikuler ini. Ketika mengikuti paskibra siswa diajarkan kedisiplinan yang sangat ketat. Mulai dari cara baris berbaris hingga cara berpakaian juga harus disiplin, selain itu paskibra mengajarkan sikap tanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Oleh karena itu kedisiplinan sangat ditekankan di dalam ekstrakulikuler ini.

Setiap pekannya, anggota paskibra berkumpul untuk berlatih dengan dibina oleh Imroatus Sholihah, S.Pd. yang akan diajarkan kekompakan tim. Meluruskan barisan hingga kekompakan menggunakan atribut. Kekompakan ini berfungsi untuk mendapatkan tujuan yang akan dituju secara bersamaan. Mengikuti paskibra akan banyak belajar terutama kedisiplinan di dalam kegiatan sehari-hari.

Berkat semangat berlatih dengan kedisplinan dan kekompakan tim, paskibra Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Tambakberas Jombang (MAUWH) mampu meraih juara 2 pada kegiatan lomba paskibra. Bukanlah hal yang mudah untuk meraih prestasi tersebut, karena tim Paskibra MAUWH harus berlatih dengan gigih dan sungguh-sungguh serta dengan tahapan proses yang panjang untuk menanamkan karekter kedisiplinan dan kekompakan tim dalam diri tiap peserta paskibra.

Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Melalui Ekstrakulikuler PLL (Pendidikan Lalu Lintas)

PLL (Pendidikan Lalu Lintas) merupakan salah satu cabang Ekstrakulikuler Pengembangan Diri di Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Tambakberas Jombang (MAUWH). Ekstrakulikuler ini sebagai upaya madrasah untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas pada diri siswa MAUWH.

Pendidikan Lalu Lintas dalam konteks pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkan kesadaran tertib lalu lintas, sehingga peserta didik mampu mengendalikan atau mengurangi timbulnya kecelakaan lalu lintas. Jadi, pendidikan lalu lintas dapat diartikan melakukan serangkaian usaha secara terprogram dan tersistem untuk melahirkan generasi yang memiliki etika dan budaya tertib berlalu lintas. Pendidikan lalu lintas memfokuskan pada penanaman pengetahuan tentang tata cara berlalu lintas dan menanamkan nilai-nilai etika dan budaya tertib berlalu lintas pada generasi muda.

Kegiatan PLL (Pendidikan Lalu Lintas) di MAUWH dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Ekstrakulikuler ini bertujuan untuk mengenalkan siswa dengan peraturan jalan, rambu-rambu jalan, gerakan pengatur lalu lintas, lampu lalu lintas. Aktivitas inilah yang membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan perilaku di jalan, pengetahuan tentang keselamatan lalu lintas, tanggung jawab, disiplin, aktivitas dan perhatian. 

Pendidikan Lalu Lintas dibawah bimbingan Bapak Eko Wahyu Hadi Prasetyo ini diisi dengan kegiatan memberikan info lantas kepada para anggota peserta ekstrakulikuler PLL dengan cara memberikan edukasi dan wawasan mengenai berbagai cara berlalu lintas. Sehingga secara bertahap kegiatan ini dapat mengubah perilaku pemakai jalan, menurunkan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, dan secara sadar mampu mengimplementasikan sistem nilai yaitu etika dan budaya berlalu lintas yang aman, santun, selamat, tertib dan lancar yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengembangan Diri Desain Grafis Mewadahi Kecerdasan Visual Siswa MAUWH

Jenis kecerdasasn siswa beragam, dan sudah semestinya siswa didukung sesuai minatnya, karena minat siswa menjadi cikal-bakal dalam membangun kompetensi diri. Kegiatan pengembangan diri (PD) sengaja diadakan oleh madrasah, yang merupakan bentuk tindak lanjut dari perhatian madrasah terhadap siswanya agar melakukan kegiatan yang lebih positif dalam mengekspresikan minat mereka.

Kegiatan ini sekaligus memfasilitasi siswa untuk mengembangkan potensi kecerdasan serta bakat mereka yang dipilih berdasarkan minat. Melalui kegiatan pengembangan diri tentu diharapkan menjadikan siswa aktif dan produktif, tidak hanya memiliki kemampuan kognitif yang baik namun juga bisa melatih kreatifitas.

Salah satu kegiatan pengembangan diri yang dapat mengasah kreatifitas siswa yaitu Desain Grafis. PD Desain Grafis dimaksudkan sebagai penyalur bakat, hobi, dan keterampilan dalam bidang multimedia. Desain grafis itu sendiri diidentikkan dengan penggunaan perangkat lunak pengolah grafis sebagai media komunikasi visual, diantaranya seperti aplikasi Corel Draw dan Photoshop. Produk desain grafis dapat berupa brosur, logo, poster, dan sebagainya.

Adapun aktivitas dalam kegiatan PD Desain Grafis diantaranya yaitu instalasi perangkat lunak pengolah grafis atau aplikasi desain grafis, pengenalan penggunaan ikon dasar, dilatih membuat dan memodifikasi objek dasar, membuat variasi warna, hingga membuat desain yang lebih kompleks berikut dengan filosofinya. Siswa dibimbing untuk memperluas pemikiran dan menciptakan ide-ide kreatif. Seiring dengan belajar, siswa juga dipersiapkan apabila terdapat kompetisi desain grafis. Kegiatan PD Desain Grafis dibimbing oleh Ustadz Taufik dengan pesertanya terdiri dari siswa kelas X dan kelas XI. Pertemuan PD ini dilakukan setiap hari Selasa sepulang sekolah dan berlokasi di madrasah.

MAUWH Memberi Dukungan Siswa Memantapkan Baca Kitab

Kitab Kuning merupakan istilah untuk menyebut kitab-kitab klasik yang ditulis dalam aksara Arab tanpa harakat biasa juga disebut kitab gundul. Jika ingin membaca dan memahami isi pembahasan dalam kitab kuning, maka harus juga menguasai ilmu tata bahasa Arab yaitu nahwu dan sharaf. Seseorang dikatakan mampu membaca kitab kuning apabila dapat menerapkan ketentuan-ketentuan dalam ilmu nahwu dan shorof. Kitab kuning adalah kitab karangan para ulama yang berisi pembahasan ilmu fiqih, ilmu, faraid, ilmu tauhid, ilmu tasawuf, dan ilmu pengetahuan agama Islam lainnya. Penggunaan kitab kuning sebagai referensi di madrasah dalam menunjang pemahaman keagamaan yang mendalam tentu bukan hal yang baru.

MA Unggulan KH. Abd. Wahab Hasbullah memfasilitasi siswa dengan pengadaan Bimbingan Membaca Kitab (BMK). BMK ini merupakan salah satu wadah Pengembangan Diri (PD) yang dapat diikuti oleh siswa-siswi kelas X dan XI. Adapun tujuan PD BMK yaitu menyiapkan siswa-siswi yang ingin melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah maupun menjanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dalam negeri yang memberi peluang beasiswa melalui jalur kemampuan baca kitab. Selain itu, juga memfasilitasi siwa-siswi yang memiliki minat untuk memperdalam kemampuan baca kitab serta pemahaman pengetahuan agama Islam. Bimbingan membaca kitab memang sudah ada dalam mata pelajaran, namun dalam PD BMK materi yang diberikan lebih spesifik. Dalam PD BMK, siswa akan mendapatkan materi lebih mendalam terkait pemaknaan kitab. Misalnya kemampuan shorof mereka akan jauh lebih matang dibandingkan ketika hanya dalam mata pelajaran di dalam kelas. Selain itu, pembahasan nahwu pun akan lebih rinci, terutama masalah i’rab-nya.

Generasi Muda Unggul Bersama Pramuka

Gerakan pramuka merupakan organisasi yang dibentuk untuk mendidik dan membina  siswa dan siswi MAU K.H Abd. Wahab Hasbulloh guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Sehingga memiliki  keperibadian,  bertakwa, berbudi pekerti luhur dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Gerakan pramuka berfungsi sebagai wadah pembinaan dan pengembangan siswa – siswi MAU K.H Abd. Wahab Hasbulloh berdasarkan sistem among dengan menerapkan prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan dan motto gerakan pramuka.

Gerakan pramuka di  MAU K.H Abd. Wahab Hasbulloh sudah ada sejak tahun 2014 kepramukaan terdiri dari dua bagaian. Yang pertama pramuka wajib yang diikuti oleh seluruh kelas X Putra maupun putri. Kegiatan ini dilaksanakan setiap harai sabtu . Sedangkan pramuka sukarela dilakukan diluar harai sabtu, dan diikuti oleh kelas X dan XI yang ingin mengembangkan 4. Dalam hal ini kegia Hingga saat ini kegiatan kepramukaan tetap berjalan dan dilaksanakan setiap hari Sabtu. Untuk saat ini kegiatan kepramukaan berfokus pada kelas X. Kak Fatih Sururi dan Kak Randy Setiawan sebagi Pembina pramuka putra dan Kak Wahyu Nur Rizqi sebagai Pembina pramuka putri. Kegiatan kegiatan yang pernah diikuti Perkemahan Lokananta se Kwaran Jombang tahun 2016, Peekemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) di Magelang 2017, Raimuna Daerah 2018, dan Giat Sntri Nusantara 2019.

Kembangkan Kemampuan Membuat Berita Bersama Tim Jurnalistik

Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran. Kegiatan pengembangan diri dapat berupa konseling dan ekstrakulikuler yang bertujuan untuk memberikan kesempatan peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan potensi, kebutuhan, bakat dan minat, serta karakteristik peserta didik. Begitu pula MA Unggulan K.H Abd. Wahab Hasbulloh juga memiliki berbagai macam kegiatan pengembangan  diri untuk mewadahi bakat, minat, dan potensi yang dimiliki peserta didik. Salah satunya pengembangan diri yaitu jurnalistik. Jurnalistik merupakan pengembangan diri yang bergerak dalam menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dan secepat-cepatnya. Tim jurnalistik MA Unggulan K.H Abd. Wahab Hasbulloh mengembangkan dan melatih bakat dan minak peserta didik dalam menulis berita (straight news), feuters dan melakukan wawancara yang berkaiatan keadan aktifitas ataupun kegiatan yang diselenggarakan maupun di ikuti oleh MA Unggulan K.H Abd. Wahab Hasbulloh. Syaifulloh, S.Ag. merupakan Pembina tim jurnalistik yang telah berpengalaman dibidangnya. Dalam pelaksanaanya kegiatan jurnalistik ini dilakukan setiap hari Selasa pukul 13.30, diikuti oleh peserta didik yang memang berminat dan ingin mengembangkan potensinya dalam dunia menulis. Banyak sekali hasil karya tim jurnalistik yang telah dimuat di web madrasah MA Unggulan K.H Abd. Wahab Hasbulloh.

Belajar Bela Diri Bersama Karate Do

Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran. Kegiatan pengembangan diri dapat berupa konseling dan ekstrakulikuler yang bertujuan untuk memberikan kesempatan peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan potensi, kebutuhan, bakat dan minat, serta karakteristik peserta didik. Begitu pula MA Unggulan K.H Abd. Wahab Hasbulloh juga memiliki berbagai macam kegiatan pengembangan  diri untuk mewadahi bakat, minat, dan potensi yang dimiliki peserta didik. Salah satunya pengembangan diri berbasais bela diri yaitu karate. Karate Do (INKANAS) MA Unggulan K.H Abd. Wahab Hasbulloh ini dibentuk untuk mewadahi peserta didik yang ingin memiliki dan mengembangkan bakat dan minata dalam bela diri. Dalam pelaksananya pengembangan diri karate ini diikuti oleh peserta didik putri dan dilakukan setiap hari Selasa pukul 13.30. Edi Suprapto merupakan pelatih yang biasa mendampngi peserta didik dalam mengembangkan bakat dan minat beladiri. Tidak perlu diragukan lagi, karate MA Unggulan K.H Abd. Wahab Hasbulloh sering kali mengikuti perlomban – perlombaan baik ditingkat kabupaten maupun provinsi. Baru baru ini atlit tim karate dojo MA Unggulan K.H Abd. Wahab Hasbulloh telah meraih dua medali perak dan dua medali perunggu dalam kejuaraan antar pelajar dan mahasiswa se Jawa Timur JKC CUP Ke V.

Data Sekolah

MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

NPSN : 20579998

Jl. K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Gg. Pondok, Tambakberas, Tambakrejo, Jombang
KEC. Jombang
KAB. Jombang
PROV. Jawa Timur
KODE POS 61451

Statistik Website

Arsip