SEKILAS INFO
16-04-2021
  • 1 bulan yang lalu / MAKESTA dan Pelantikan Pengurus IPNU, Selasa-Kamis 23-25 Maret 2021
  • 1 bulan yang lalu / Pelantikan Pengurus OSIS Putri, Sabtu 20 Maret 2021
  • 1 bulan yang lalu / MAKESTA dan Pelantikan Pengurus IPPNU,  Selasa – Kamis 16-18 Maret 2021
1
Mar 2020
0
Perjalanan Ustadz MAUWH Kuliah di Universitas Al-Azhar

Jombang – Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) adalah madrasah modern dan berbeda dari sekolah lain, karena komunikasi antarsiswa dengan guru terjalin dengan sangat baik.

Untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, juga dibutuhkan tenaga pendidik berkualitas, baik dari segi pengetahuan, pengajaran etika dan moral di manapun dan kapanpun. Juga kegiatan belajar mengajar (KBM) yang efisien.

Salah seorang staf pengajar di MAUWH dan mengajar akidah akhlak adalah Ustadz Mohamad Johaeri Irhas, Lc. Yang bersangkutan tidak sekadar sebagai pengajar, juga menjadi teladan atau panutan bagi kebanyakan siswa. Ustadz Jo, sapaan kesehariannya merupakan lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

“Karena sejak di madrasah aliyah saya di Muallimin yang basisnya fokus memperdalam agama. Sehingga saya rasa Mesir adalah tempat yang tepat karena di sana banyak orang hebat dalam bidang filsafat, penceramah kondang, dan lain-lain. Saya dekat dengan mereka dan belajar langsung,” tuturnya

Terkait studi di luar negeri ternyata tidak ada hambatan dari pihak keluarga, namun ada beberapa hal yang menjadi kendala. Seperti orang tuanya melarang mengambil jalur beasiswa karena beberapa alas an.

“Meskipun sebenarnya nilai saya sangat memadai untuk mengambil beasiswa,” ujar dia.

Ustadz Jo melanjutkan studi ke Kairo selama lima tahun tepatnya sejak 2006 hingga 2011. Empat tahun menjalani pendidikan strata satu program studi hukum Islam dan satu tahun strata dua dengan konsentrasi studi Islam atau ekonomi syariah).

“Namun karena terjadi gejolak politik pada 2010 di Mesir, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke Tanah Air dan tidak melanjutkan pendidikan strata dua,” kenangnya.

Saat di Mesir, Ustadz Jo tinggal di rumah orang Turki selama kurang lebih tiga tahun bersama dengan sepuluh orang lainnya. Dan semua berasal dari negara berbeda, sebelum akhirnya menyewa rumah sendiri selama satu tahun. Perjalanan dari asrama ke kampus ditempuh sekitar setengah jam dengan menggunakan bus kota.

“Terkadang juga ada beberapa tamu dari luar, seperti Malaysia, Turki, China, Jerman, Aljazair, dan lainnya,” jelas ustadz kelahiran tahun 1985 tersebut.

Disampaikan pula bahwa biaya hidup serta kuliah selama di Kairo sebagian didapat dari beasiswa dan terkadang dari orang tua.

Selama di Mesir, Ustadz Jo tidak semata kuliah dan belajar. Namun juga sebagai aktivis yang ditunjukkan bergabung dalam banyak organisasi. Pernah aktif di Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI), Forum Informasi Mahasiswa Bahrul Ulum (Fismaba), Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU), Senat Fakultas Hukum Islam (sebagai penasihat), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Cultural Turkey Society (CTS), dan masih banyak lagi.

“Dan yang paling berkesan, saya juga sempat membantu laporan kedutaan Indonesia di Mesir untuk politik Timur Tengah,” bangganya.

Saat pulang dan tinggal di Jombang, dirinya tidak mencukupkan dengan sarjana strata satu. Kini Ustadz Jo tengah menempuh pendidikan pascasarjana di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. “Saat ini saya tidak berminat melanjutkan pendidikan S2 di Mesir, karena memprioritaskan keluarga yakni anak dan istri,” pungkas ayah dua anak ini. (Nine-Nirmala /X MIPA 2)

Data Sekolah

MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

NPSN : 20579998

Jl. K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Gg. Pondok, Tambakberas, Tambakrejo, Jombang
KEC. Jombang
KAB. Jombang
PROV. Jawa Timur
KODE POS 61451

Statistik Website

Arsip