SEKILAS INFO
04-08-2021
  • 1 bulan yang lalu / PAT 2020-2021 SELASA 8 Juni 2021 – SABTU 19 Juni 2021
  • 4 bulan yang lalu / MAKESTA dan Pelantikan Pengurus IPNU, Selasa-Kamis 23-25 Maret 2021
  • 4 bulan yang lalu / Pelantikan Pengurus OSIS Putri, Sabtu 20 Maret 2021
17
Jan 2019
0
Ratusan Peserta Didik Menerima Pembekalan Aswaja

Jombang — Pada Ahad (13/1/2019), ratusan peserta didik Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) menerima pembekalan Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja.

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam upaya menyipkan para siswa dan siswi agar memiliki pengetahuan, pemahaman dan keyakinan terhadap Aswaja.

KH. Wafiul Ahdi sebagai pemateri pertama mengemukakan bahwa santri di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pasti memiliki ketersambungan transmisi pengetahuan kepada KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab.
Namun demikian, seberapa kompeten kah para santri dalam memahami Islam.
“Oleh sebab itu kita harus mengikuti orang yang benar-benar kompeten pada Islam,” kata Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini.

Gus Wafi, sapaan akrabnya juga menyoroti kegemaran sejumlah kalangan yang mencukupkan belajar Islam langsung kepada al-Qur’an dan hadits. “Belajar agama itu haruslah kepada para ulama yang sudah mengupas sumber ajaran Islam secara ringan,” ungkapnya.

Dalam pandangan kandidat doktor di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini, cara memahami ajaran agama sebenarnya sangatlah mudah. “Ikuti saja ulama, tirulah tingkah laku ulama,” katanya.

Sedangkan pemateri kedua yakni Ustadz Tuftahul Arifin lebih menjelaskan terkait aliran-aliran yang tumbuh dan berkembang setelah Rasulullah wafat. Termasuk Aswaja yang sudah diyakini dan dianut oleh mayoritas penduduk di tanah air dan dunia.

Ustadz Amirul Arifin selaku narasumber berikutnya mengemukakan Islam Nusantara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.
Dalam pandangannya, pesantren merupakan pilar dari Nahdlatul Ulama. “Di dalam pesantren diajarkan banyak hal termasuk mempunyai akhlak yang santun dalam memandang para ulama,” jelasnya.

Kelebihan santri memandang perbedaan dalam pendapat sebagai sesuatu yang biasa. “Tapi tidak boleh menghina para ulama,” ungkapnya.

Pemateri terakhir adalah Ustadz Usman Hasan yang lebih menekankan kepada tantangan dakwah saat ini.

“Pertarungan saat ini tidak lagi dengan perang fisik. “Zaman now adalah perang dalam pemikiran,” kata Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Mojowarno, Jombang ini.

Mantan wartawan Majalah AULA PWNU Jatim ini mengingatkan bahwa tatangan NU semakin berat. “NU akan terus di rongrong untuk dihancurkan karena untuk menghancurkan Indonesia harus terlebih dulu menghancurkan NU,” terangnya.

Namun demikian, di tengah tempaan yang ada, NU harus solid minimal punya pertahanan diri. “NU harus kokoh agar jaya, utamanya menyongsong satu abad usianya yakni dari 1926 menuju 2026,” tandasnya.

Data Sekolah

MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

NPSN : 20579998

Jl. K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Gg. Pondok, Tambakberas, Tambakrejo, Jombang
KEC. Jombang
KAB. Jombang
PROV. Jawa Timur
KODE POS 61451

Statistik Website

Arsip