SEKILAS INFO
16-04-2021
  • 1 bulan yang lalu / MAKESTA dan Pelantikan Pengurus IPNU, Selasa-Kamis 23-25 Maret 2021
  • 1 bulan yang lalu / Pelantikan Pengurus OSIS Putri, Sabtu 20 Maret 2021
  • 1 bulan yang lalu / MAKESTA dan Pelantikan Pengurus IPPNU,  Selasa – Kamis 16-18 Maret 2021
12
Okt 2020
2
Revolusi Pembelajaran Madrasah

Perkembangan teknologi yang sangat cepat, mempengaruhi berbagai macam sektor kehidupan. Salah satunya adalah sektor pendidikan. Dalam materi yang diberikan oleh direktur KSKK Madrasah Kementrian Agama RI Bapak Dr. A. Umar, MA. dalam Bimtek Implementasi Pembelajaran berdasarkan Kurikulum (KMA 183 dan 184) dan Implementasi E-Learning jenjang MA, beliau memaparkan pentingnya beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Revolusi Pembelajaran Madrasah, itulah satu tema yang beliau angkat pada kegiatan ini. Beliau memulai dengan bercerita bahwa dulu guru-guru kita pada zamannya mengajar hanya dengan modal Kesetian, kesungguhannya, tangan lembutnya mengantarkan kita belajar, sehingga kita bisa seperti sekarang ini.

Tetapi pada zaman dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat seperti sekarang ini, kita tidak hanya bisa bermodal pada itu semua. Teknologi sudah merubah begitu banyak hal terutama dalam hal proses pembelajaran. dulu siswa belajar dengan menggunakan buku dan pensil, tetapi saat siswa sudah menggunakan teknologi.

Capatnya perubahan teknologi tersebut memberikan kita dua pilihan. Pertama, dengan kemajuan teknologi kita juga ikut merubah sikap dan mental kita untuk bisa mengusai terknologi, atau yang kedua kita enggan berubah dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

Dari kedua pilihan ini beliau menegaskan kepada para guru agar menjadi orang yang bisa menguasai teknologi, jangan sampai diperdaya oleh teknologi. Beliau mengambil  kaidah al-mukhafadhatu ‘ala qadim al-shalih, wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah sebagai landasan berpikir agar kita bisa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Dengan demikian kita harus menafaatkan teknologi untuk kemudahan, kemakmuran manusia terutama guru. Artinya kita sebagai guru harus pandai memanfaatkan berbagai macam kemajuan teknologi untuk mempermudah proses pembelajaran, untuk meningkatkan produktufitas, dan memaksimalkan peran kita sebagai pendidik.

Tetapi di sisi lain, jangan sampai kemajuan teknologi ini menjadikan kita lengah, misalnya terlalu banyak menggunakan media sosial yang malah membuat kita tidak produktif dan tidak disiplin waktu. Kita banyak menghabiskan waktu kita menggunakan smarphone bukan untuk kepentingan pembelajaran dan keilmuan, tapi hanya untuk kesenangan dan hiburan semata.

Selain berbicara tentang bagaimana kita beradaptasi dengan teknologi, direktur KSKK ini juga memberikan satu motivasi kepada guru agama terutama mata pelajaran Akidah Akhlak. Beliau berpesan kepada guru agar menanamkan sikap melayani kepada peserta didik. Kita sebagai guru adalah pelayan, yang harus melayani perserta didik agar mereka bisa menjadi anak-anak yang bermanfaat bagi banyak orang.

Selain itu para guru juga harus memiliki semangat revolusi pembelajaran untuk menwujudkan madrasah hebat bermartabat menuju madrasah hebat berkelas dunia. Salah satu caranya adalah meningkatkan pelayanan terhadap peserta didik.

Lebih dalam lagi beliau menitipkan pesan kepada guru Akidah Akhlak agar betul-betul membimbing peserta didik agar mereka memiliki dasar akidah dan akhlak yang baik. Belau bahkan mengatakan bahwa “Bolehlah mereka kurang nilai matematika, atau nilai IPA, tapi jangan sampai nilai akidah dan akhlaknya kurang”. Karena kedua modal itulah yang akan dibawa seumur hidup hingga mereka sukses di masa depan. Dengan akhlak yang baik seseorang pejabat akan menjalankan tugasnya dengan baik demi kepentingan masyarakat, tapi akhlak yang buruk akan menjadikan mereka mementingkan diri sendiri, bahkan melakukan korupsi.

Bagi beliau guru agama terutama mata pelajaran Akidah Akhlak adalah kunci kesuksesan pendidikan, guru agama harus menjadi panutan bukan hanya bagi siswa tetapi juga bagi guru-guru yang lain. Beliau menegaskan guru agama adalah gurunya para guru yang menjadi contoh penerapan nilai-nilai agama.

Di bagian terkahir, Alumni S3 UIN Sunan Kali Jaga ini membeberkan motif dikeluarjannya KMA 183 dan 184. Beliau menjelaskan bahwa KMA ini dikeluarkan untuk mengagkat martabat guru mata pelajaran agama. Selain itu agar peserta didik tidak lagi menganggap sepele mata pelajaran agama. Karena yang menjadi modal besar kesuksesan seseorang di masa depan adalah ilmu-ilmu agama, yang membentuk karakter mereka adalah ilmu agama.

Oleh karena itu kementrian agama dalam penyelenggaraan Kompetisi Sains Madrasah menggunakan soal-soal yang mengabungkan antara sains dan agama, agar peserta didik tidak hanya belajara pada guru-guru mata pelajaran eksak, tapi juga belajaran kepada guru mate pelajaran agama. Dengan demikian martabat guru agama di mata peserta didik khususnya yang jurusan sains akan meningkat.

Di samping itu, KMA 183/184 ini juga memberikan gambaran bahwa kurikulum tidak bersifat sentralistik, harus sesuai denga pusat. Tetapi, Kepala Madrasah bisa  mengembangkan sesuai dengan kebutuhan madrasahnya masing-masing, Pusat hanya memberikan panduan umum saja.

Oleh karena itu tugas Kepala Madrasah dan guru adalah membimbing dan mengarahkan anak sesuai dengan potensi yang ia miliki. Karena tidak mungkin seorang anak bisa menguasai semua mata pelajaran. Anak harus diarahkan untuk mengembangkan potensinya menjadi keunggulan dan keahlian yang ia miliki, sehingga dapat menjadi modal dalam meraih kesuksesan di masa depan. (Zuhair Aqif)

zr, Senin, 12 Okt 2020

Jaya selalu MAUWH

Taufik, Senin, 12 Okt 2020

Sipp mantab,

Data Sekolah

MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

NPSN : 20579998

Jl. K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Gg. Pondok, Tambakberas, Tambakrejo, Jombang
KEC. Jombang
KAB. Jombang
PROV. Jawa Timur
KODE POS 61451

Statistik Website

Arsip