SEKILAS INFO
16-04-2021
  • 1 bulan yang lalu / MAKESTA dan Pelantikan Pengurus IPNU, Selasa-Kamis 23-25 Maret 2021
  • 1 bulan yang lalu / Pelantikan Pengurus OSIS Putri, Sabtu 20 Maret 2021
  • 1 bulan yang lalu / MAKESTA dan Pelantikan Pengurus IPPNU,  Selasa – Kamis 16-18 Maret 2021
2
Mar 2020
0
Selaksa Kisah dari Reuni Alumni yang Bukan Pertemuan Biasa

Jombang – Pada Ahad (12/2) lalu, alumni Madrasah Aliyah Unggulan KH Abd Wahab Hasbulloh (MAUWH) angkatan 2006 mengadakan temu alumni. Banyak hal yang dapat dipetik dari kegiatan tersebut, dan catatannya disampaikan Ustadz Abd Haris berikut ini.

Sangat menarik saat mendapatkan kabar bahwa acara dapat terselenggara karena salah seorang dari alumni bermimpi didatangi guru-gurunya.

Ya, memang alumni angkatan ini tergolong paling kompak dan rajin berkunjung ke rumah guru-gurunya pada setiap Idul Fitri. Tapi mungkin karena kesibukan dalam keluarga atau pekerjaan masing-masing, entah sudah berapa hari raya mereka tak lagi hadir berkunjung seperti biasanya.

Untuk kebanyakan orang, temu alumni merupakan momen yang paling mengasikkan karena berkumpul melepas rasa kangen dan bersenda gurau menguak file-file cerita di saat bersama menjalani proses pendidikan. Tapi bagi sebagian yang lain temu alumni bagai sesuatu yang menyedihkan.

Hal itu muncul hanya karena berbagai asumsi yang terbangun dalam dirinya bahwa temu alumni adalah tempat mengorek berbagai sisi kehidupan masing-masing, sehingga mereka yang merasa tidak sama nasib atau perjalanan hidupnya baik dari aspek pendidikan atau mungkin secara ekonomi, enggan untuk menghadiri temu alumni.

Berbeda dengan asumsi yang kedua, angkatan ini justru bisa berbaur tanpa sekat status pendidikan atau sosial lainnya. Mereka begitu gayeng bersenda gurau penuh keakraban, kembali seperti masih berstatus sebagai siswa. Dan sama sekali tidak terbebani dengan anak istri atau suami yang juga hadir bersama mereka.

Ada banyak kisah masa lalu meluncur menjadi memori yang indah dan mengundang tawa. Bahkan berbagai pengalaman atau perlakuan yang dulu dirasakan pahit dan menyakitkan maka seiring perjalanan waktu, semua berubah menjadi kenangan manis yang penuh makna.

Samsul Hadi, misalnya. Alumni yang kini menjadi wasit nasional karate do, yang oleh teman-temannya didapuk menjadi ketua penitia, dalam sambutannya bercerita bahwa pernah dibuat jengkel oleh gurunya. Masalahnya, ketika dia memilih mengikuti ekstrakurikuler qiraah, justru oleh wakil kepala kesiswaan pilihan itu ditolaknya dan disuruh mengikuti karate.

Padahal di benaknya sudah terbayang kalau nanti dia pandai dalam qiraah, maka dia akan dikagumi oleh banya cewek. Tapi apa daya bayangan indah itu hilang berganti rasa jengkel. Baginya, tidak ada pilihan lain kecuali harus berjalan mematuhi perintah.

Tapi pilihan itu ternyata tidak sia-sia. Di bawah binaan dan asuhan Tito Kadar Isman, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia. (KONI) Jombang saat ini, Syamsul akhirnya berhasil meraih berbagai medali dari berbagai kejuaraan yang diikuti. Tidak itu saja, pelatih karate Polres Lamongan Jawa Timur ini dengan bekal keahlian yang didapat selama di sekolah, mampu eksis membangun hidup.
Cerita yang lain datang dari Nur Cholis. Alumni yang punya keahlian qiraah ini bertutur bahwa pada saat dia duduk di kelas dua dan teman-temannya seringkali datang terlambat. Sementara gurunya sudah lama menunggu.

Saat itu kursus Bahasa Arab bagi kelas satu dan Bahasa Inggris untuk kelas dua dilaksanakan malam hari. Jarak antara asrama dengan madrasah yang menjadi tempat kursus memang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 150 m. Tapi bagi peserta putra, hal itu bisa menjadi alasan untuk tidak aktif mengikuti kursus, lebih-lebih ketika musim hujan datang. Akibatnya tidak jarang yang datang 2 atau 3 orang saja. Akan tetapi hal itu sama sekali tidak mematahkan semangat sang guru.

Mis Mia, sapaan akrab Aris Miatus Sholihah, sang guru kursus Bahasa Inggris walau harus menunggu mereka datang dan yang hadir pun jauh dari jumlah yang seharusnya, tetap sabar dan tekun dalam mengajar dan membimbing mereka.

Berbeda dengan dua temannya terdahulu, Nurul Kayisah memiliki cerita lain. Alumni yang oleh gurunya kadang disebut shahibatunna’asahini bercerita bagaimana pada setiap pelajaran salah seorang guru dia harus bolak balik ke kamar mandi untuk mengambil wudluhanya karena harus melawan kantuk yang tak tertahan. Sang guru yang mengajarnya kalem membuatnya mudah mengantuk. Karenanya dia harus mencari cara agar rasa hormatnya tetap terjaga dengan baik.

Seluruh cerita di atas dan penuturan mereka lainnya yang tidak mungkin ditulis di sini, merupakan pelajaran sangat bermakna bagi semua kalangan bahwa keberhasilan peserta sangat bergantung pada ketekunan dan kesabaran sang guru dan peserta sendiri dalam melakukan seluruh proses. Kemampuan guru dalam membaca potensi yang dimiliki peserta didik sangatlah penting untuk mengarahkan menuju kesuksesan dalam mengembangkan potensi bagi kebutuhan dan kehidupan masa depan mereka.

Tidak selamanya guru mengikuti keinginan peserta didik yang masih banyak diwarnai oleh keinginan tidak terukur dan tanpa rencana. Dan tak seharusnya guru membiarkan peserta didik berjalan pada rel yang salah atau menyimpang dari potensi yang dimiliki. Begitu juga menjadi sangatlah tidak adil jika seorang guru memperlakukan mereka dengan pola dan cara yang sama, sedangkan potensi, kemampuan, minat dan bakat peserta didik beragam.
Kesabaran, ketekuanan, kemampuan dan kejelian dalam membaca potensi menjadi kunci untuk mengantarkan peserta didik meraih pencapaian terbaik. (Ris)

Data Sekolah

MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

NPSN : 20579998

Jl. K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Gg. Pondok, Tambakberas, Tambakrejo, Jombang
KEC. Jombang
KAB. Jombang
PROV. Jawa Timur
KODE POS 61451

Statistik Website

Arsip