SEKILAS INFO
27-10-2021
  • 2 bulan yang lalu / Nama – Nama Lulusan yang Diterima Di Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, dan Dunia Kerja Tahun 2021 : AHMAD ARYA R.(UIN Surabaya), MUH. ANGGI H. N. (UIN Sunan Kalijaga), MOCH. RHEZALDI N.Z.N. (ITAT Surabaya), MOH. FALAQ KHOMEINI (PENS Surabaya),RISWANDA SHOFANSA (POLINEMA Malang),MUH. KHOILUL ROHMAN (Politeknik Negeri Jember), Mochammad Rizky Santosa(Kepolisian RI “Bintara Polri”)
  • 2 bulan yang lalu / MOH. ARI NURHUDA A. (ITAT Surabaya), ADAWIYAH QONITA (STIKES Bahrul Ulum Jombang),AMIDDANA R.D.(Poltekkes Kemenkes Surabaya), AYUNDA DIANATUL I.(UIN Malang), DEWI INTAN A.(UNAIR Surabaya)
  • 2 bulan yang lalu / DIVA GAYATRI(Poltekkes Negeri Malang), DYAH AYU R.(UIN Walisongo Semarang), KHALIMATUS S.(IAIN Kediri), LUBABA UFA (UIN Malang), MUHAYYINATUL F.(IAIN Kediri)
  • 2 bulan yang lalu / NAJWA SYARIFAH S. (Poltekkes Negeri Surabaya), NETYA SYAFA P.B.(UNAIR Surabaya), TSABITAH NURIL A.(UINSA Surabaya), ULQY KHOIRUN N.A.(UTM Madura), YUNITA NUR(UPN Veteran Negeri Surabaya)
  • 2 bulan yang lalu / ZUHRIYAH A.H.(UINSA Surabaya), ADIKA R.(UIN Malang), AHMADIKA M.S.(UIN Yogyakarta), MOH. KHUSNUL L.A.(UIN Yogyakarta), MOH. WAFIUL A.(UNSWAGATI Cirebon)
  • 2 bulan yang lalu / MUH. ROMAHURMUZI F.(UIN SATU Tulungagung), MUH. MUWAFIQ K.(UIN SATU Tulungagung), ARGA Y.N.(UINSA Surabaya), AMALIA W.A.(UINSA Surabaya), DIAN RIFQI F.(UIN Malang)
  • 2 bulan yang lalu / DIVA A.P.(UNAIR Surabaya), NENY KHOIRUN N.(UIN Malang), NURUL RIZQI T.(Poltek Negeri Malang), SALSABIL F.H.(UM Malang), SALSABILA F.(UBHARA Surabaya)
  • 2 bulan yang lalu / SHOFI NUR A.(UIN Yogyakarta), SITI NUR R.(ISI Surakarta), WIHDATUL H.(UNESA Surabaya), HILYATUL A.M.(UIN SATU Tulungagung), ACH. AZIZY M.(UII Yogyakarta)
  • 2 bulan yang lalu / AKH. DWI RISMANTO(Al Azhar Kairo (Mesir), A. FUAD HABIB(UIN Yogyakarta), A. MUWAFIQ NADHIF(Cham International Islamic Center Timur Tengah), A. SULAIMAN(UIN Suska Riau), DIMAS RIYANTO(IAIN Kediri)
  • 2 bulan yang lalu / FATKHUR ROKHMAN(IAIN Syekh Nurjati Cirebon), M. FADILAH ASYHARI(UIN Yogyakarta), M. SYAHROFI ADLUL K.( UIN Suska Riau), MOHAMAD FAUZAN(UINSA Surabaya), MUH. IMAM AKBAR(UIN Malang)
  • 2 bulan yang lalu / MUH. VANSA DIMAS P.(UMSIDA Sidoarjo), MUH. ZAHIDIN MA’ARIF(IAIN Kediri), A. AQIL MUSADDAD(Al Azhar Kairo Mesir), A. BEGHTAS DHIYA’UL H.( Universuitas Bildad Al Syam Timur Tengah), MOCH. SYAMSUDDIN YUSUF A.(UIN SATU Tulungagung)
  • 2 bulan yang lalu / MUH. EKKY FAKHRUNNAJAH(UNWAHA Jombang), FIFI NUR A.(UTM Madura), FIRDA ZAJILAH R.(UNWAHA Jombang), ISNA NAZIDA A.(IAIN Kediri), MAULIDA EVA M.(UNWAHA Jombang)
  • 2 bulan yang lalu / NAFA CHISBIYAH(UNHASY Jombang), NAJWA KAMILAH(UIN Jakarta), SHINTA RATU PUTRI U.P.(UINSA Surabaya), SHAFA’ AFIFAH K.(UIN Bandung), AISAH CHUSNUL K.( KURSUS), AFWAJ RIZIQ(Mondok), MUH. HUSNUN NI’AM(Kerja), MUH. ALI AFLAH KHOLILURROHMAN(Kerja)
  • 2 bulan yang lalu / Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Bahrul Ulum Mengucapkan Selamat Tahun Baru 1443 H
11
Jul 2020
1
Taat Aturan, kunci sukses siswa MAUWH

Jombang. Hari terakhir Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) di Madradasah KH. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) dilangsungkan pada Kamis pagi (9/7) lalu. Materi Matsama dipaparkan oleh Drs. H. Abd. Haris melalui laman youtube madrasah. Babah Haris, sapaan akrab Drs. H. Abd. Haris, memulai materi dengan pertanyaan.

Mengapa di dalam kehidupan harus ada aturan?

Mengapa Allah mengutus Nabi dan Rasul?

Mengapa ada wahyu yang didalamnya terdapat aturan hidup untuk disampaikan kepada umatnya?

Keberadaan aturan akan berdampak terhadap berbagai hal. Pertama, pemahaman tentang hakikat manusia. Jadi, kita harus mencermati diri kita itu siapa.

Allah menghendaki manusia memiliki dua dimensi, yakni dimensi fisik dan psikis, ada aspek dhohir dan batin. Keduanya membutuhkan sesuatu yang harus dipenuhi. Melalui aspek fisik, manusia membutuhkan minum, makan, dan lain-lain, sedangkan psikis membutuhkan nutrisi supaya keduanya dapat bekerja dengan baik.

Kedua aspek itu tidak boleh ditinggalkan salah satunya. Kalau hanya mengedepankan fisik, maka kehidupan kita seperti akan menjadi binatang. Namun jika hanya fokus terhadap psikis, kehidupan kita seperti malaikat. Keduanya harus berjalan sama supaya dapat seimbang.

Manusia diciptakan oleh Allah dengan diiringi dua nafsu, yakni nafsu negatif (amarah dan lawwamah). Imam Ghozali menggambarkannya seperti singa dan anjing dimana karakter singa selalu ingin menjadi penguasa, tidak pernah punya rasa kasih, dan merasa paling hebat. Karakter anjing selalu terdapat kelicikan di dalamnya.

Selanjutnya, Allah juga menciptakan nafsu positif (nafsu muthmainnah) supaya dapat menjadi penyeimbang dan kontrol terhadap nafsu negatif. Kita harus menyadari bahwa dalam diri manusia itu ada sikap positif dan negatif. Sehingga nafsu negatif merupakan tantangan bagi manusia untuk selalu berjuang melawannya.

Kontrol terhebat supaya dapat menang melawan nafsu negatif adalah yang mau belajar agama. Melalui pemahaman agama yang baik, maka peluang didominasi nafsu negatif akan sangat berkurang.

Kisah Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha menjadi teladan yang baik bagi kita karena saat Siti Zulaikha mengejar Nabi Yusuf dengan nafsunya, Allah menyetir Nabi Yusuf yang tahu bahwa pengejaran Siti Zulaikha itu tidak benar. Akan tetapi, Siti Zulaikha mulai menyadari bahwa ia telah melakukan sikap yang tidak benar dan akhirnya kembali kepada Allah.

Lebih lanjut, Babah Haris kembali bertanya, “Mengapa nenek moyang kita dahulu menciptakan aturannya sendiri?”

Karena hakikatnya dalam diri manusia menginginkan kenyamanan hidup. Sehingga dalam masyarakat muncul adanya norma sosial dan hukum adat. Setiap manusia memahami bahwa ia memiliki kebebasan (hak) tetapi ada kewajiban juga yang harus dimiliki.

Terdapat tatanan kehidupan yang perlu dipahami setiap orang. Tujuannya supaya menjadi orang yang mampu menempatkan diri dengan baik. Berada di pondok pesantren itu berbeda dengan berada di luar pondok karena ada aturan-aturan yang harus ditaati.

Misalnya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU), santri putra harus mamakai songkok, semua santri harus menutup aurat, santri putra dan putri dilarang bertemu secara khusus dan sebagainya.

“Tatanan sosial yang harmonis inilah yang ingin diciptakan, baik secara individu maupun sosial. Ada kesadaran dalam diri manusia tentang hak dan kewajibannya. Ada kesaaran dalam diri manusia bahwa saya membutuhkan dua aspek dalam diri manusia, aspek material (makan, minum, perhatian) dan juga butuh aspek spiritual. Sehingga batin saya menjadi batin yang gersang”, tutur Babah Haris selaku Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MAUWH.

Dunia ini hanyalah merupakan ladang bagi kita untuk menuju ke akhirat. Kenapa kok seperti itu? Karena sebenarnya, aspek spiritual kita yang membutuhkannya.

Aturan kelembagaan dalam dunia pendidikan penting diberlakukan karena bertujuan untuk mendapatkan pembelajaran yang kondusif. Misalnya dilarang membuat gaduh supaya tercipta ruang belajar yang kondusif.

Setiap lembaga menginginkan peserta didiknya memiliki karakter atau berakhlak. Salah satu budaya santri di pesantren adalah bagaimana akhlak santri saat bertemu dengan kyai dan gurunya.

Babah Haris memaparkan peraturan-peraturan peserta didik di MAUWH, misalnya dilarang pacaran untuk santri putra dan putri, pencemaran nama baik melalui media sosial, membawa gawai, penggunaan aksesoris berlebihan, menambah hari libur (sebelum atau sesudah hari libur sebenarnya), dan lain-lain

“Aturan ini dibuat untuk kebaikan kalian. Ilmu itu tidak akan sampai kepada kita kalau di dalam diri kita masih banyak kotoran karena Ilmu itu cahaya dan cahaya Allah tidak akan pernah menempel kepada jiwa-jiwa yang penuh dengan maksiat.”, ungkap pria kelahiran Sumenep itu. Siswa baru tahun ajaran 2020/2021 MAUWH selayaknya selalu beradaptasi terhadap pilihan yang telah diambil. Bergabungnya mereka dalam keluarga besar MAUWH di PPBU memiliki kesan tersendiri karena sampai saat ini masih belum bisa berjumpa secara langsung akibat pandemi covid-19. Akan tetapi, aturan-aturan di MAUWH inilah yang terbukti sukseskan siswa MAUWH dalam berbagai bidang. (FN)

mas din, Minggu, 12 Jul 2020

pada masyarakat jawa sebenarnya sejak dulu sudah diajarkan tentang konsep memayu hayuning bawono yg mana pada inti falsafah ini adalah keselarasan antara jasmani dan rohani dimana sebagai tujuan akhir adalah agar selamat dunia dan akhirat

Data Sekolah

MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

NPSN : 20579998

Jl. K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Gg. Pondok, Tambakberas, Tambakrejo, Jombang
KEC. Jombang
KAB. Jombang
PROV. Jawa Timur
KODE POS 61451

Statistik Website

Arsip