Asah Bakat Kepemimpinan Peserta Didik,MAUWH Tambakberas Hadirkan Para Alumni Sukses untuk Mengisi Acara Workshop Keorganisasian
Jombang (9/2), ratusan peserta didik mengikuti kegiatan Workshop Keorganisasian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari berturut-turut, yaitu Senin-Selasa (7-8/2) untuk peserta didik putri dan Rabu-Kamis (9-10/2) untuk peserta didik putra.
Menariknya narasumber pada acara Workshop Keorganisasian ini mayoritas adalah para alumni yang sukses di bidanganya dan saat ini berkiprah di masyarakat. Mereka adalah Moh. Ishomuddin Haidar (Pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Jakarta), Dr. Hj. Ainul Masruroh (Rektor UNISDA Lamongan), Dr. Nailun Najah Mu’afi, M.Th.I (Pengasuh PP Nazhatut Tullab, Sampang Madura), Moh. Nurul Muflihin, SE., Sy, MM (Pimpinan PP al-Muhibbin, Tuban), Dr. Umaiyatus Syarifah, MA, Lina Hanafiyah, M.Pd, Fitrotul Uyun, M.Pd. (Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang), dan H. Abd. Rouf, MA (Alumni Univeritas al-Azhar, Kairo dan Pengurus Aswaja Center NU Blitar).
Ust. Faizun, Kepala MA Unggulan, pada sambutan pembukaannya (Senin, 7/2) menjelaskan bahwa acara workshop sengaja dikemas dengan menghadirkan para alumni dengan maksud agar para peserta termotivasi dan terinspirasi oleh kakak-kakak kelasnya yang telah sukses tersebut. “Para penyaji workshop keorganisasian ini adalah kakak-kakak kalian yang hebat. Karena itu, kalian tidak boleh minder. Kalian juga mampu sukses seperti kakak-kakak kalian tersebut”, tegas Ketua Ranting NU Tambakrejo ini. Haidar selaku pemateri pertama dalam paparannya mengibaratkan organisasi seperti kereta api. “Organisasi itu seperti kereta yang berjalan diatas rel. Ia mempunyai tujuan, aturan, dan tentunya juga teamwork”, papar mantan Ketua PC IPNU Jombang tersebut. Tidak hanya tentang keorganisasian, para peserta workshop juga dibekali wawasan ke-NU-an, kebangsaan, dan juga moderasi beragama (Aswaja). Hal itu dimaksudkan agar kelak para peserta didik yang saat ini mengikuti workshop tidak hanya terampil berorganisasi, melainkan juga nasionalis serta berwawasan Islam moderat ala thariqathi Nahdlatul Ulama (NU). (Al-Fath)