Badai
Di antara samudra yang gundah gulana
Terombang ambing kapal siap karam
Kehilangan nahkoda, menyisakan satu penumpang
Sendiri, terjebak ngeri samudra yang menghantui
Di tengah murka badai ia merintih
Di tengah amukan ombak ia berdoa
Kepada langit ia memohon damai
Kepada samudra ia memohon tenang
Hingga terdengar suara menggelegar
Amarah badai memuncak muncak
Sumpah serapah bersahut sahutan
Langit sendu, amukan samudra berderu
Tatkala ia berani membuka mata
Badai t’lah berhenti meraung
Menyisakan rintik hujan yang tertinggal
Serta samudra yang terbelah dua
Karya Yudhita Zulfana, X-5