Cegah Pernikahan Dini dan Stunting, MA Unggulan Gandeng Pemkab Jombang
MAUWH.SCH.ID-
Angka pernikahan dini di Kabupaten Jombang masih terbilang cukup tinggi, meskipun secara sah pemerintah telah memberikan batasan usia yang cukup jelas. Kalimat tersebut disampaikan oleh dr. Pudji Umbaran selaku pemateri dalam rangka Sosialisasi Kesehatan Reproduksi di Halaman Sekolah Gedung A Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
“Pemerintah sudah membatasi umur perkawinan seseorang yaitu untuk laki-laki usia 25 tahun sedangkan perempuan minimal 21 tahun. Namun di Jombang, ada lebih dari 700 pasangan yang terpaksa harus dinikahkan pada usia dini,hal ini tidak boleh terjadi pada kalian,” katanya, Rabu (13/12/2022).
Lebih lanjut, alumnus Universitas Airlangga Surabaya tersebut mengungkapkan meskipun banyak fenomena pernikahan dini yang kemudian dilegalkan, hal itu terpaksa dilakukan pemerintah karena situasi dan kondisi para pengantin cilik, tentunya sudah harus melalui beberapa prosedur yang berbeda dari pada pengantin yang sudah mencapai batas minimal menikah.
Di hadapan ratusan siswa tersebut, dr. Pudji menjelaskan bahwa seorang remaja merupakan aset bangsa dan harus mempersiapkan diri sejak dini. Utamanya masa remaja yang menjadi masa peralihan antara anak-anak menuju dewasa, harus pandai mawas diri.
“Sedetail apapun peraturan yang ada, seketat apapun pihak sekolah dan keluarga mengawasi namun pengendalian diri dari setiap individu harus lebih kuat,” terangnya.
Menurutnya, untuk menyongsong masa depan yang gemilang, idealnya seseorang harus disiplin menjaga kesehatan fisik, psikis maupun finansial. Sehat fisik dengan menjaga kesehatan baik pola makan maupun pola hidup sehat lainnya. Sehat psikis dengan membiasakan hal-hal baik dan pergaulan yang sehat. Sedangkan sehat financial dengan membudayakan investasi leher keatas dan pandai melihat peluang.
“Pernikahan dini harus dihentikan. Menikahlah jika sudah benar-benar siap. Siap jasmani, rohani dan ekonomi. Karena jika salah satu tidak terpenuhi, akibatnya bukan saja hanya kepada diri sendiri melainkan juga mempengaruhi keturunan kalian. Misalnya saja, sehat jasmani dan rohani tapi ekonominya tidak sehat, akibatnya si anak kurang asupan makanan bergizi, akhirnya bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti stunting dan lainnya,” jelasnya dalam acara yang juga disiarkan langsung dalam kanal youtube MA Unggulan Wahab Hasbulloh.
Diketahui, kegiatan yang dilaksanakan sebagai penutup kegiatan di semester gasal ini menggandeng pihak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten setempat.
Penulis: Risalatul Mu’awanah