MA Unggulan Tambakberas Adakan Rutinan di Makam Mbah Usman (kakek KH. Hasyim Asy'ari)
JOMBANG - Segenap dewan guru dan peserta didik kelas X dan XI Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) melangsungkan kegiatan apel bersama pada Minggu (29/05/2022) pukul 08.00 WIB di halaman madrasah dalam rangka pembukaan kegiatan rutinan ziarah ke makam Kiai Utsman yang terletak di Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo. Rangkaian acara apel dalam kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yaitu perwakilan peserta didik, sambutan kepala madrasah, Faizun, M.Pd., serta penutup.
Kepala Madrasah, Faizun, M.Pd. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada segenap keluarga besar MAUWH yang telah menjaga, merawat, dan mengisi tanah pekarangan MAUWH dengan berbagai kegiatan positif. Tanah pekarangan madrasah merupakan tanah peninggalan leluhur. Setelah ditelusuri jauh kebelakang sebelum didirikannya bangunan madrasah, tanah tersebut memiliki silsilah yang kelak menjadikan tempat bertemunya ulama dan tokoh-tokoh besar Indonesia, khususnya tokoh besar Nahdlatul Ulama. Diantaranya K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, K.H. Abdul Wahab Hasbullah, dan K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Dalam momen tersebut, kepala madrasah menuturkan bahwa sesungguhnya cahaya keberkahan itu dari tanah MAUWH.
“Tambakberas pada tahun 1825 didirikan oleh Kiai Abdus Salam yang juga dikenal sebagai Kiai Shihah, beliau memiliki cicit yang salah satunya yaitu Kiai Hasyim Asy’ari. Kiai Shihah memiliki 10 anak, yang salah satunya yaitu Nyai Layyinah. Nyai Layyinah dinikahkan dengan Kiai Utsman yang merupakan ahli tarekat. Dari pernikahan keduanya dikaruniai putri yang bernama Nyai Halimah. Oleh ayahnya, Nyai Halimah dinikahkan dengan santri asal Demak bernama Asy’ari. Konon berkat didikan dari orangtuanya, Nyai Halimah kerap melakukan tirakat, salah satunya yaitu berpuasa tiga tahun berturut-turut ditujukan untuk kebaikan diri dan keluarganya, untuk santrinya, dan untuk kemaslahatan masyarakat.” jelas Faizun, M.Pd. dalam sambutannya.
Berdasar pada kisah tersebut, kepala madrasah mengingatkan kepada seluruh keluarga besar MAUWH untuk semestinya bersyukur sebab keberkahan dari tirakat Nyali Halimah dapat kita rasakan hingga sekarang. Sebagai bentuk takdzim ke Kiai Utsman dan dzuriahnya, kepala madrasah menginstruksikan kegiatan rutinan “Ziarah ke Makam Kiai Utsman dan Doa Bersama setiap Ahad Kliwon”. Ziarah merupakan aktivitas berkunjung ke tempat pemakaman dengan tujuan mendoakan almarhum/almarhumah. Adapun keutamaan dari ziarah kubur selain berkirim doa memintakan ampunan untuk almarhum/almarhumah yaitu dapat melunakkan hati, mengingatkan pada akhirat, mengambil pelajaran, dan menziarahi makam orang alim untuk bertabarruk mendapatkan keberkahan serta pelajaran. “Dengan diadakannya kegiatan rutinan ini diharapkan kita dapat mengambil pelajaran dan meneladani beliau bahwa untuk mendapat derajat kemuliaan manusia harus berikhiar dengan sungguh-sungguh dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah,” pungkas kepala madrasah. Setelah kegiatan apel ditutup, agenda selanjutnya yaitu menuju makam Kiai Utsman untuk melakukan doa bersama. (RH)