Maysa, Pemenang Lomba Pidato Bahasa Jawa, Begini Isi Ceramahnya
MAUWH.SCH.ID-
Maysa Safina Azzahra, siswa Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, luar biasa. Peraih juara 1 pidato Bahasa Jawa Madrasah Digital dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-77 Kementerian Agama kabupaten setempat.
Dilansir dari akun YouTube MA Unggulan Wahab Hasbulloh, siswa kelas X IPS-2 ini secara fasih dan lancar mengusung tema moderasi beragama. Hal ini ditengarai Indonesia sebagai negara yang besar dan terdiri dari berbagai suku dan agama sangat rawan terjadi perpecahan.
“Menawi mboten wonten moderasi beragama, Indonesia meniko badhe rusak lan hancur (Jika tidak ada moderasi beragama, Indonesia akan rusak dan hancur),” kata Maysa beberapa waktu lalu.
Remaja kelahiran Gresik ini dengan mengungkapkan bahwa moderasi agama merupakan cara pandang seseorang dalam menyikapi sebuah keyakinan dengan tidak ekstrem kanan maupun kiri. Ketika setiap orang memiliki sikap moderat, risiko melakukan hal menyimpang sangatlah kecil.
“Misal, ngarani tiyang tanpo tangklet rumiyin, ngrampas hak ipun tiyang lintu, berbuat dholim lan sapiturute (Seperti, menuduh dan merampas hak orang lain serta berbuat dzalim lainnya),” ungkapnya.
Lebih lanjut, remaja yang bermukim di Asrama al-Lathifiyah 2 ini menjelaskan kalau Agama Islam yang penuh perdamaian harus diimbangi dengan sikap cinta tanah air yang tinggi.
Menurutnya, orang yang menganut paham Islam moderat akan menyebarkan Islam dengan penuh kasih sayang. Sebaliknya, Islam yang ekstrem kanan akan berdakwah dengan penuh kekerasan, menganggap benar golongannya sendiri dan memberi label ‘sesat’ terhadap kelompok lain.
“Cara beragama yang paling baik, aman, tenteram dan damai adalah dengan moderasi beragama,” tegasnya.
Diketahui, babak penyisihan kegiatan lomba dalam peringatan HAB ke-77 tersebut memang dilakukan secara daring. Namun pada akhirnya, para finalis tampil di depan juri secara tatap muka.
Penulis : Risalatul Mu'awanah