Membanggakan, Alumnus MA Unggulan Lanjutkan Pendidikan Ke Tarim
MAUWH.SCH.ID - Saeful Faris santri di Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) Tambakberas Jombang Jawa Timur (Jatim). Membanggakan, santri asal Karawang Jawa Barat tersebut dengan mantap hati memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Pesantren Daarul Musthofa Tarim Hadramaut Yaman.
20 Juni 2022, merupakan hari yang mendebarkan bagi Ipul dan keluarga besarnya. Bagaimana tidak? Setelah dirinya diterima di salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Jawa Timur ternyata ia juga dinyatakan lolos seleksi untuk melanjutkan pendidikan di kota Madina As-Shiddiq.
KH. Hasan Nuri Hidayatullah, merupakan sosok yang yang menyarankan Ipul untuk berangkat ke kota Tarim. Sang kiai tersebut merupakan salah satu guru sewaktu dirinya masih nyantri di Pesantren Asshiddiqiyah Karawang. Meskipun awalnya terasa berat, namun dengan berbekal ilmu dan doa sang guru ia pun meyakinkan diri sendiri untuk memutuskan ke kota seribu wali itu.
"Ketika diumumkan sudah diterima di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya saya sangat senang. Namun ketika saya sowan ke kiai di Karawang, beliau meminta untuk berangkat ke Tarim. Awalnya ragu, tapi akhirnya saya yakin untuk ikut beliau sebagai bentuk ittiba' saya dengan sang guru," ungkapnya, Jumat (23/09/2022)
Tidak berselang lama, tepatnya tanggal 27 Juli 2022 segala administrasi dan segala tetek bengek menuju kota impian telah dirampungkan. Dengan diikuti tangis haru yang berbalut doa dari orangtuanya, ia berangkat menimba ilmu hingga beberapa tahun ke depan.
Pria kelahiran Tahun 2004 tersebut membagikan salah satu tips keberhasilannya bisa menempuh Pendidikan Hadits di Pesantren Daarul Musthofa. Menurut dia, selain berbagai usaha normatif dilakukan, tunduk dan hormat kepada para pendidik merupakan jalan menuju kesuksesan. Jika ingin berkah ilmu yang didapatkan, sebagai seorang murid dilarang keras bersikap tinggi hati terhadap orang yang telah memberikan ilmu.
"Jika ingin menjadi orang yang berhasil, jangan pernah menyakiti hati guru. Karena, merekalah jembatan menuju kesuksesan," tuturnya. (RM)