Membuat Desain Rencana Pembelajaran dalam Sistem Pembelajaran Jarak Jauh
Senin, 12 Otober 2020 MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh berkesempatan menjadi salah satu titik penyelenggaraan kegiatan Bimtek Implementasi Pembelajaran berdasarkan Kurikulum (KMA 183 dan 184) dan Implementasi E-Learning jenjang MA (Pembelajaran Akidah Akhlak Zona Jawa dan Bali).
Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari yaitu hari senin dan selasa, 12-13 Oktober 2020. Kegiatan ini dilaksanakan di enam Provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI. Yogyakarta, Banten, dan Bali. Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan dengan menggunakan media zoom yang di bagi ke dalam berbagai titik di berbagai madrasah setiap kota dan kabupaten.
Dari kegiatan ini, para peserta bimtek akan mendapatkan setidaknya sembilan materi yang akan disampaikan oleh berbagai narasumber yang berkompeten dibidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Shofar Solahuddin Bisri, M.Pd, yang akan menyampaikan materi tentang “Teknik Mendesain Perencaan Pembelajaran Jarak Jauh berbasis E-Learning Mata Pelajaran Akidah Akhlak.”
Dalam pemaparan yang diberikau oleh bapak Shofar, ada beberapa poin yang harus diperhatiakan pendidik dalam membuat rencana pembelajaran, karena selama ini ada hal-hal yang disalah pahami oleh para pendidik.
Pertama, Pendidik harus memahami terlebih dahulu bahwa tujuan kurikulum adalah untuk pengembangan karakter, kompetensi, dan literasi. Artinya setiap pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru, sebaiknya memperhatikan ketiga tujuan itu, agar ketiganya dapat tercapai.
Kedua, orientasi pembuatan RPP harus diluruskan kembali. Selama ini banyak guru yang membuat RPP hanya sebagai kewajiban admnistrasi semata, oleh karena itu beliau mengharapkan semua guru betul-betul membuat RPP untuk mendesain pembelajaran. Karena RPP adalah acuan guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara terarah sehingga pembelajaran bisa berjalan dengan efektif dan efisien, bukan sekedar dokumentasi.
Ketiga, setiap RPP harus memuat kompetensi dasar (KD), simple dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran, menumbuhkan kreativitas guru dan peserta didik, sesuai dengan karakter peserta didik, dan memuat penilaian otentik.
Dalam hal ini beliau menegaskan bahwa kompetensi dasar dari 1-4 adalah satu kesatuan, tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu dalam praktiknya guru sebaiknya tidak hanya mengejar pemahaman siswa terhadap materi, tetapi juga bagaimana menginternalisasikan KD 1 dan 2 terkait sikap sepiritual dan sosial. Sehingga dalam satu proses pembelajaran perserta didik mampu mengeinternalisasikan nilai spiritual, dan sosial, sekaligus memahami dan mempraktikkan setiap materi yang berikan.
Yang keempat, RPP yang baik adalah yang memuat langkah-langkah yang jelas. langkah itu juga menimbulkan aktivitas yang sesuai dengan kompetensi dasar, menumbuhkan kretaivitas, menumbuhkan 4c (critical thingking, crativity, collaboration, communication), literasi dan life skill, menumbuhkan karakter peserta didik, mengembangakan dimensi materi dan proses kognitif secara utuh, serta efektif dan efisien.
Dari keempat poin di atas beliau menegaskan bahwa RPP yang baik adalah RPP yang mampu diimplementasikan, dan mampu menunjang ketercapaian kompetensi dasar baik kompetensi sikap spiritual dan sosial, pengetahuan dan keterampilan.
Selain menjelaskan tentang RPP, pemateri juga memaparkan tentang bagaimana menciptakan pembelajaran kolaboratif dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran kolaboratif ini menggabungkan beberapa mata pelajaran menjadi satu kegiatan pembelajaran. hal ini dilakukan agar terjadi penyederhanaan dalam hal waktu. Jadi dalam satu tugas bisa dibuat penilaian beberapa mata pelajaran. Dengan adanya pembelajaran kolaboratif akan meringankan beban belajar peserta didik, tetapi para guru masih bisa melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar tiap mata pelajaran. (Zuhair Aqif)