Mengenal Mustaufikin, Pendidik MA Unggulan Tambakberas Yang Produktif Menghasilkan Tulisan di Media
JOMBANG – Wakil Kepala Urusan Humas Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (2020-sekarang), Mustaufikin, M.H.I, adalah sosok pendidik yang memiliki kecintaan terhadap bidang keilmuaan. Beliau kerap menuangkan ilmunya dalam wujud tulisan yang dimuat di media cetak dan media online.
Lahir dari keluarga sederhana tidak menjadi hambatan bagi beliau untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Tamat dari Madrasah Aliyah tahun 2007 di Pacitan, pria yang akrab disapa “Pak Mus” ini selanjutnya masuk di jurusan al Ahwal al-Syakhsiyah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya melalui jalur seleksi beasiswa santri. Beliau mendapat gelar Magister Dirosah Islamiyah Konsentrasi Syariah dari tempat yang sama di tahun 2016.
Dalam dunia pendidikan, karier Pak Mus dimulai saat menjadi Dosen Ma’had Aly al-Tarmasi Perguruan Islam Pondok Tremas (2011-2014) kemudian menjadi Pendidik di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang (2014-sekarang).
Kecintaannya terhadap bidang keilmuan dan produktif menghasilkan banyak karya terinspirasi dari guru beliau semasa mengenyam pendidikan di pesantren bernama ustadz Fauzi. “Ustadz Fauzi adalah guru yang totalitas. Selain sebagai guru pondok beliau produktif menghasilkan banyak karya. Hal itu meginspirasi saya bahwa tentu kita bisa memaksimalkan kerja keras atau usaha untuk menjadi manfaat dengan produktif menghasilkan karya-karya,” pungkasnya.
Selain menjadi pendidik di MAUWH, saat ini beliau juga menjadi Dosen Tetap Prodi Hukum Keluarga di Institut Agama Islam Hasanuddin Pare sejak 2017. Mengajar siswa Madrasah Aliyah memberi kesan tersendiri bagi beliau. “Yang paling berkesan memang ketika kita berhadapan dengan siswa, terlebih saat diamanati menjadi wali kelas, memahami karakter, melakukan pendekatan dengan siswa, membantu mereka memecahkan masalah, tantangannya di situ karena berprofesi menjadi seorang guru tidak semata mentransfer ilmu, namun kita semestinya belajar memahami karakter siswa,” jelas beliau. Mustaufikin, M.H.I tidak hanya berkarier sebagai seorang pendidik, namun juga sebagai praktisi hukum di Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pengadilan Agama Kabupaten Jombang. Menjadi praktisi hukum merupakan wadah bagi beliau dalam mengembangkan ilmu terapan yang telah beliau pelajari sebelumnya. (RH)