Ramadan & Sumpah KH M Hasyim Asy'ari di Depan Multazam Ka'bah
Ada bagian menarik dari buku biografi KH M Hasyim Asy'ari yg ditulis berbahasa Arab oleh Muhammad Asad Syahab. Buku berjudul "al-Allamah Muhammad Hasyim Asy'ari: Wadhi' Lubnat Istiqlal Indonesia" itu mengulas sumpah Kiai Hasyim di depan Multazam saat beliau mukim di Makkah untuk ber-thalabul ilmi.
Pada satu malam di bulan suci Ramadan, didorong oleh rasa prihatin yang mendalam atas kondisi umat Islam di berbagai belahan dunia yang sedang dijajah, termasuk Indonesia, Kiai Hasyim muda dan teman-temannya yang berasal dari Afrika, Asia, serta negara-negara Arab, berkumpul di depan Multazam.
Di depan Multazam Ka'bah yang mulia itu, mereka yg satu visi itu berdiri, berikrar setia, dan bersumpah. Atas nama Allah, akan berjuang (membela tanah air), berjihad di jalan Allah, menegakkan panji-panji Islam, serta menyatukan umat Islam. Baik dengan nasyrul ilmi (menebar ilmu), membangun kesadaran (cinta tanah air), serta mendidik para santri untuk ber-tafaqquh fiddin. Semua itu dilakukan semata karena berharap rida Allah, bukan karena harta, ataupun jabatan.
Sepulang dari ber-thalabul ilmi di tanah suci, Kiai Hasyim segera menunaikan sumpah dan janjinya. Ia membangun pesantren, mendidik ribuan santri, memimpin perang kemerdekaan, serta mewujudkan persatuan. 17 Agustus 1945, bertepatan hari Jum'at, 9 Ramadan 1364 H, kemerdekaan Indonesia yang diimpikannya pun tergapai. Beliau telah melunasi hutang janji dan sumpahnya. Semoga rahmat Allah menyertai beliau dan para ulama pejuang lainnya. Amin.. (El-Fath)