Sambut Peserta Didik Baru, Kepala Sekolah Beberkan Inovasi Program Unggulan
MAUWH.SCH.ID-
Menyongsong tahun ajaran baru, Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbuloh (MAUWH) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menciptakan sejumlah inovasi program unggulan sebagai wujud peningkatan kualitas siswa.
Kalimat tersebut diungkapkan oleh Ustadz Faizun selaku Kepala Sekolah MAUWH saat ditemui tim media secara eksklusif beberapa waktu lalu. la mengatakan bahwa program-program unggulan yang sudah ada, tahun ajaran baru nanti akan lebih dikembangkan.
"Sejauh ini kan memang kita sudah memiliki beberapa program unggulan seperti kelas bahasa dan tahfidz gitu ya. Nah, kedepannya kita kan kembangkan menjadi enam. Pertama, Unggulan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, tahfidz Al-Qur'an, kitab kuning, kemahiran teknis keagamaan, dan karya tulis ilmiah," katanya.
Pascasarjana asal Universitas Islam Malang (Unisma) tersebut menjelaskan bahwa program unggulan yang telah disebutkan di atas, selama ini sudah dijalankan dengan baik. Hanya saja, tahun berikutnya akan terdapat perbedaan yang signifikan utamanya dalam teknis pembelajaran. Seperti dalam proses model pembelajaran, target dan pembagian jam pelajaran (JP).
"Pertama, dari metode pembelajaran. Misalnya, dari program Bahasa Arab dan Inggris, tahun lalu tata kelola pembelajaran melalui latihan muhadatsah dari buku. Nah, sekarang ini ingin kita lejitkan lagi kepada latihan yang kontekstual, bukan sebatas menghafal kosakata dari buku. Hal ini akan memberikan tantangan baru kepada siswa," jelasnya.
Seperti diketahui, bukan saja terdapat perbedaan dalam pendekatan pembelajaran melainkan akan dibuat pembagian JP yang lebih efektif dan efisien. Kelas bahasa, akan dibagi menjadi dua. Kelas putra yang ikut program unggulan selama satu semester akan difokuskan untuk belajar Bahasa Arab dengan 2 JP setiap harinya. Sebaliknya, kelas putri selama satu semester akan fokus dengan Bahasa Inggris.
"Target kita dengan 10 JP per minggu ini anak-anak bisa menguasai percakapan-percakapan dasar, kita tidak terlalu tekankan pada tata bahasa terlebih dahulu. Yang paling utama anak bisa saling paham, karena fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Sedangkan gramatikal akan dibahas di kelas bahasa kurikuler atau yang sesuai dengan kurikulum pada umumnya," jelasnya dengan detail.
Ia menambahkan bahwa subtansi adanya madrasah salah satunya mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karenanya, sekolah akan memberikan program kemahiran teknis keagamaan dengan proses pelatihan yang serius. Target dari program ini yakni para siswa mampu memimpin tahlil, kutbah, dzibaiyah dengan kesiapan mental yang memadai.
"Seminggu sekali masyarakat kita itu membutuhkan orang untuk memimpin tahlil, kutbah dan lainnya. Maka, kita siapkan para siswa untuk hal tersebut," terangnya.
Ia menyadari rencana tersebut memerlukan kerjasama yang baik antar tenaga pendidik maupun kependidikan. Dirinya berharap para guru mampu memahami maksud dan tujuan dari inovasi tersebut sehingga melaksanakannya dengan serius.
"Saya punya impian besar, tapi tidak bisa berjalan sendirian, saya butuh pasukan. Harapannya, guru-guru di sini memahami arah pemikiran ini sehingga tidak blunder," harapnya.
Penulis : Risalatul Mu'awanah