Santri & Ketahanan Ekonomi
oleh Dr. Miftakhul Arif, M.H.I;
Waka Kurikulum MAUWH, Penulis Buku Best Seller "Fikih Kebangsaan KH A Wahab Chasbullah".
Santri itu penting menguasai Ilmu Agama, tapi jangan lupa dia juga harus memiliki ketahanan ekonomi atau ketahanan finansial.
Kenapa demikian? Karena orang hidup itu butuh makan, butuh minum sebagai sangu (bekal) untuk beribadah kepada Allah SWT.
Saya pernah membaca di salah satu buletin yang diterbitkan oleh Mbah Wahab di Swara Nahdlatoel Oelama. Beliau mengutip salah satu dawuh Imam Syaafi'i dengan redaksi kurang lebih seperti ini:
لا تستشيروا من ليس في بيته دقيق فإن عقله زائل فيه.
"Kamu jangan bermusyawarah (berdiskusi) dengan orang yang perutnya lapar, yang di rumahnya tidak ada tepung atau beras. Sebab, ia tidak akan bisa berkonsentrasi. Ia tidak akan bisa fokus untuk berpikir".
Maka santri itu harus punya ketahanan ekonomi, ketahanan finansial. Salah satunya adalah dengan cara berwirausaha.