Jombang -- Seperti tahun sebelumnya, Idul Adha kali ini MAU WH melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi. Daging yang ada tidak hanya dinikmati keluarga besar madrasah dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, juga tetangga sekitar.
“Kurban adalah antara lain pengejawantahan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita,” kata Lailatun Nikmah, Selasa (13/9/2016). Wakil Kepala Sekolah bagian Sarana dan Prasarana MAU WH tersebut juga menandaskan bahwa kurban dapat menjadi media untuk semakin mempererat kebersamaan, lanjutnya.
Ning Eli, sapaan akrabnya mengmukakan bahwa dengan berkurban, maka keakraban dapat terbentuk yakni dengan terlibatnya para guru dan peserta didik. “Dengan dilaksanakan di lingkungan madrasah, maka seluruh komponen dapat terlibat yakni para guru, karyawan dan siswa,” kata alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Malang ini.
Cucu pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Chasbullah tersebut juga menjelaskan bahwa kepedulian para peserta didik juga harus ditingkatkan. “Hal itu dilakukan dengan memberikan daging kurban kepada warga sekitar madrasah yang kurang mampu,” ungkapnya.
MAU WH secara rutin dalam sebulan menyelenggarakan kegiatan “Sapa Tetangga” yakni memberikan sembilan bahan pokok ke beberapa penduduk sekitar. “Untuk kali ini kita berikan daging kurban yang diserahkan sendiri oleh para siswa,” katanya.
Kegiatan diawali dengan mengumandangkan takbir bersama di halaman madrasah. Berikutnya adalah pemotongan sapi dari keluarga Nyai Hj Mundjidah Wahab. Para guru dan karyawan serta siswa MAU WH terlihat cekatan merampungkan proses pengepakan daging. Setelah ditimbang, daging diserahkan kepada sejumlah keluarga pengasuh PPBU dan tetangga. Kegiatan dipungkasi makan bersama. (sariyanti/saiful)