Layaknya mahasiswa strata 1 (S-1) yang harus menulis skripsi untuk meraih gelar sarjana, peserta didik MA Unggulan KH. Abd. Wahab Hasbulloh (MAU-WH) juga harus menulis paper, tapi tidak dengan Bahasa Indonesia sebagaimana karya tulis pada umumnya, melainkan Bahasa Arab atau Inggris. Paper tersebut selanjutnya akan disidangkan di hadapan para penguji pada awal semester akhir.
Untuk peserta didik tingkat menengah atas, hal ini tentunya tidak mudah. Di samping harus memiliki
skill kepenulisan, ia juga harus memiliki skill kebahasaan. Sehingga paper yang ditulis tidak hanya memenuhi standar karya tulis ilmiah, tapi juga menggunakan Bahasa Arab atau Inggris baku, sesuai dengan
qawaid atau gramatikalnya.
Untuk itulah masing-masing peserta didik kelas XII, dalam proses pengerjaan paper, akan didampingi oleh para pembimbing yang bukan hanya bertugas memberikan arahan kepenulisan, tapi juga semangat dan motivasi, serta koreksi kebahasaan.
Sebagai proses awal sebelum memasuki sidang (
munaqasyah) paper, peserta didik harus melakukan seminar proposal dengan mempresentasikan proposal yang ditulisnya di hadapan para penguji dan peserta seminar lainnya. Seminar proposal paper tahun ini telah digelar pada Rabu, 14 September 2016 dan diikuti oleh 65 peserta didik kelas XII serta 10 orang penguji yang berasal dari unsur guru. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menguji kesiapan peserta didik, baik dari segi konsep ataupun data, atas rancangan paper yang akan ditulis. “
Selain kemampuan berbahasa asing (Arab dan Inggris), anak-anak harus dibekali kemampuan menulis dan riset, agar kelak ketika kuliah mereka mampu berkompetisi, khususnya dalam meraih dana-dana hibah penelitian yang saat ini banyak diberikan oleh pemerintah dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan.” Pesan Kepala Madrasah di sela-sela sambutannya di hadapan tim penguji. (Arif)