Siswa MA Unggulan Sabet Juara 1 Lomba Video Pendek
MAUWH.SCH.ID – Siswa MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menorehkan prestasi dengan meraih Juara I Nasional Lomba Film Pendek OISEMA Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Ampel Surabaya. Mereka adalah Resta Dian Shaputri, Dinda Lia Fitriyana, Dafa Nailuradja Ahmad, Fachry Navyza Faleomavaega dan Fahad Al-Azhar. Penetapan Pemenang Lomba Film Pendek pada Kamis (19/10).
Faizun, Kepala MA Unggulan menyatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari siswa-siswi, tim sinematik hingga dewan guru. "Alhamdulillah MAUWH memperoleh prestasi dengan menjadi juara pertama lomba Film Pendek dengan tema Manifestasi Multiple Perspektif Dalam Membangkitkan Moderasi Beragama. Karya ini merupakan hasil dari program unggulan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Perlombaan ini menjadi pertama kali bagi madrasah" ujar Faizun.
Faizun juga menambahkan bahwasanya kegiatan ini mampu mengembangkan potensi dan sumber daya manusia di lingkungan MA Unggulan untuk mengasah multiple intelligence dari para siswa dalam menghadapi era dgital 5.0.
"Bagi kami, kegiatan ini mampu mengembangkan karakter dan potensi dari pendidik dan peserta didik di MA Unggulan. Dengan adanya program unggulan ini, kami berupaya megasah dan menggali potensi siswa agar para siswa memiliki multiple intelligence," ujar Faizun.

Tim Cinematic MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
Menurut Faizun, siswa-siswi serta dewan guru di memiliki potensi yang luar biasa, terutama di bidang sinematik. Untuk itu, Faizun berharap akan ada fasilitas yang mampu menunjang pengembangan potensi siswa ini di MA Unggulan.
Mengusung tema Manifestasi Multiple Perspektif Dalam Membangkitkan Moderasi Beragama, film pendek yang berjudul Titik Terang (Wanita Bercadar) ini menceritaan tentang Stigma perempuan bercadar yang dipandang buruk/menuding sebagai kaum radikal yang akhirnya diterima ditengah-tengah masyarakat.
Menurut Vebe Dwi Sri Lestari, selaku Penanggung Jawab Peminatan Cinematic, "Saya berharap prestasi ini tidak berhenti sampai disini, masih banyak ajang perlombaan nasional yang lain yang harus diperjuangkan, dengan adanya pengalaman mengikuti film pendek ini, diharapkan peserta didik lebih sering berlatih sehingga bisa lebih baik dan lebih kreatif dalam memproduksi film yang baru".
Di tempat lain, Menurut Dafa Nailuradja Ahmad selaku editor film, "Awalnya kaget bisa menang kompetisi ini, karena ini kali pertama kami membuat film pendek, dengan sedikit keterbatasan waktu , Namun, Alhamdulillah usaha tidak mengkhianati hasil, kami bisa melewati semuanya dengan hasil yang sangat memuaskan", ujar Dafa sapaannya.
Editor : SM