Syaifullah "Pimred Majalah Aula" : Ustadz Haris Sosok Guru Inspiratif
Bukan Sekadar Mengajar
Kemarin siang menyempatkan berkunjung ke @ma_unggulan_wahab_hasbulloh karena sudah cukup lama. Terakhir kali saat muwadaah lantaran mendapat undangan.
Tentu saja yang menjadi salah satu jujugan adalah bertemu Ustadz Haris. Yang bersangkutan adalah senior saat di @nurul.islam.karangcempaka. Melanjutkan studi strata satu di @uinkhasjemberofficial kemudian ke Universitas Al-Azhar Mesir. Katanya sempat berkawan dengan @zuhairimisrawi yang saat ini menjadi Dubes di Tunisia.
"Tapi ijazah dari Al-Azhar tidak saya urus karena males harus ke Jakarta," katanya suatu ketika.
Kesehariannya nyaris habis untuk mengajar di Pesantren Tambakberas. Dari lembaga pendidikan formal, diniyah dan mendampingi santri dan siswa di aneka lomba, termasuk persiapan mereka masuk di sejumlah kampus di Timur Tengah.
"Sejak awal saya katakan kepada istri. Bahwa apa yang saya lakukan bukan semata untuk para santri dan siswa, juga kebaikannya kelak juga akan kembali kepada anak kandung," ungkapnya.
Karena itu, saat ada permintaan dari sahabat di Jakarta untuk menulis sosok guru inspiratif, namanya yang disodorkan pihak madrasah. Untuk keperluan tersebut, saya harus sowan ke kediamannya di kawasan Sambong Santren yang cukup padat.
Tidak terhitung anak-anak yang beberapa tahun silam dididiknya. Apalagi mereka yang masih di generasi awal MAUWH pasti merasakan perhatian lebih dari Baba Haris, sapaannya.
Baginya, mengantarkan calon generasi muda meraih impian adalah sebuah kebanggaan. Karena kebanyakan dari mereka yang tidak memiliki pengetahuan untuk bisa mengakses kesempatan melanjutkan studi sesuai harapan.
Ada juga yang memiliki semangat demikian tinggi, namun bekal pengetahuannya tidaklah cukup. Belum lagi bagaimana beradaptasi di lingkungan kampus mancanegara dan seterusnya.
Bagaimana ketika anak2 didik telah rampung dan berhasil di tanah rantau? Baba Haris memegang prinsip bahwa kebaikan tidak harus bersyarat. Mau dikenang monggo, dilupakan silakan.
Tentu tidak banyak stok orang seperti dirinya. Karena itu kalau sedang longgar, menyempatkan untuk sekadar bertemu. Syukur dapat berbagi pengalaman dan meminta pandangan atas kondisi yang tengah dihadapi saat ini.
Copied : @Saifuljbg