Tahun Ajaran Baru, Begini Laporan Kepala Sekolah Kepada Wali Murid
MAUWH.SCH.ID-
Indonesia terlalu banyak orang pintar tetapi kekurangan orang yang benar dan profesional. Kalimat tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, ketika menggelar pertemuan dengan wali murid. Acara ini dilaksanakan secara virtual dengan aplikasi Zoom Meeting yang disiarkan langsung melalui chanel YouTube MAU TV.
“Pintar saja tidak cukup, tetapi harus dilandasi dengan kebenaran,” kata Ustadz Faizun saat memaparkan visi madrasah, Ahad (30/08/2023).
Ia menyampaikan bahwa tujuan didirikannya MAUWH adalah untuk mencetak generasi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan hati. Karenanya, dibentuklah beberapa program unggulan yaitu, kemahiran berbahasa Inggris, Bahasa Arab, Tahfidzul Qur’an, teknis keagamaan hingga baca kitab kuning.
“Itulah beberapa ikon yang menjadi program unggulan kami dan saat ini banyak digemari oleh masyarakatat,” jelasnya.

Para peserta yang hadir mengikuti pertemuan wali murid
Di samping itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Bahrul Ulum (IKABU) tersebut menjelaskan beberapa kegiatan penunjang dalam rangka membangun karakter siswa seperti kegiatan sapa tetangga, bakti Bahrul Ulum dan lainnya.
“Sebulan sekali diagendakan, selain untuk sedekah kepada warga sekitar, hal ini kami lakukakan supaya anak-anak tersentuh hatinya, sehingga memiliki sikap peduli antar sesama,” terangnya di hadapan ratusan peserta.
Terpantau cukup antusias peserta dari berbagai daerah yang tergabung dalam kegiatan tersebut. Mereka merasa senang dengan adanya pertemuan secara daring yang dilaksanakan, karena lebih efektif dalam menyampaikan informasi dengan jangkauan lebih luas.

Para peserta yang hadir mengikuti pertemuan wali murid
Seperti tanggapan dari Hetyyani, orangtua dari Fadila yang saat ini berlokasi di Brunei Darussalam, dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan rasa syukur dan harapannya kepada lembaga.
“Alhamdulillah, anak saya bisa diterima dan menjadi keluarga besar MAUWH. Ini pertama kalinya Fadila menempuh pendidikan di tanah air. Bapak ibu guru, saya titipkan anak kami, semoga mendapat ilmu yang berkah,” ujarnya.
Diikuti apresiasi dari Sirul Hani’ah, orang tua dari Muhammad Abi Ma’ruf dan Nilna yang menyatakan bahwa dengan pertemuan semacam ini, ia bisa mengetahui perkembangan madrasah sekaligus perkembangan anak-anaknya.
“Terima kasih kepada para guru yang suda mendidik putra-putri kami di sekolah. Kami akui bahwa MAUWH memang memiliki keunggulan-keunggulan di bidang teknologi dan lainnya. Semoga pertemuan seperti ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” harapnya.
Penulis : Risalatul Mu’awanah