Malang – Sudah jamak di benak para peserta didik bahwa Fisika termasuk mata pelajaran sulit. Padahal andai mengetahui lebih dekat apalagi mendalam, maka tidak ada kata sulit untuk memahami pelajaran tersebut.
Karena itu, tidak kurang 60 siswa dan siswi MAU WH melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Malang (UM), tepatnya gedung O4 FMIPA, awal bulan ini. “Tujuan dan manfaat kegiatan adalah untuk mengenalkan laboratorium IPA, serta bagaimana penerapan konsep getaran dan gelombang di laboratorium,” kata Ibu Zuhriyah kepada media ini, Selasa (9/5).
“Harapan kami, peserta didik selain mengetahui laboratorium IPA di UM, juga memahami konsep getaran dan gelombang,” katanya. Sehingga mereka bisa tertarik dengan mata pelajaran fisika karena ada anggapan bahwa fisika termasuk mata pelajaran paling sulit, lanjutnya.
Selama berada di UM, peserta yang didampingi 6 guru tersebut disambut dengan ramah oleh sejumlah dosen dan mahasiswa asisten dosen. “Kala itu peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok,” jelasnya. Masing-masing mempraktikkan 5 topik yakni sonometer yang dipandu Nurul Hidayat, M.Si. Berikutnya getaran pegas oleh Era Budi, M.Si.
Sedangkan Arijune mendampingi siswa dan siswi mendalami hukum melde, juga ayunan bandul yang dipandu Wildan Hansen. “Yang terakhir adalah Nizar yang membimbing bagaimana praktik tangki riak,” ungkapnya.
Selaku koordinator kunjungan laboratorium, Nuril Munfaridah, M.Pd. mengemukakan bahwa masing-masing kelompok dilakukan rolling setiap 25 menit. “Sehingga setiap kelompok dapat melakukan 5 kali praktikum,” katanya.
Para siswa sangat antusias saat melakukan praktik. “Karena ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka dalam melakukan kegiatan praktikum di laboratorium,” aku Ibu Nuril Munfaridah. Dan mereka terlihat sangat antusias ketika para dosen dan mahasiswa asisten dosen memandu praktikum.
“Kegiatan seperti ini nantinya diagendakan dapat dilakukan setiap tahun " pungkas dosen fisika dasar yang akan melanjutkan studi program doktor di Eropa tersebut. (zuh/s@if)