Penguatan Ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah bagi Lulusan MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh
MAUWH.SCH.ID – Dalam rangka menguatkan pemahaman ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah, Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang, melalui MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH), menggelar kegiatan doktrinasi Aswaja bagi siswa kelas 12. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 16 Februari 2024, ini diadakan di Aula Gedung A MAUWH, dan merupakan agenda rutin setiap tahun untuk membekali para calon lulusan.
Kepala MAUWH, Faizun, M.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga pemahaman yang moderat dan seimbang, terutama di tengah derasnya pengaruh faham radikal di kalangan generasi muda. “Banyak wali murid yang berpesan agar putra-putri mereka dipertegas kembali pemahamannya tentang Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Hal ini agar saat mereka lulus nanti, tidak mudah terpengaruh oleh faham yang bertentangan dengan ajaran agama yang moderat dan penuh toleransi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Faizun menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pemahaman yang mendalam tentang ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah yang berbasis pada tiga prinsip utama: tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), dan tasamuh (toleransi). Pemahaman yang seimbang dan moderat ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi para siswa dalam menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan doktrinasi ini terdiri dari tiga sesi materi. Sesi pertama diisi oleh K.H. Syifak Malik, pengasuh Pondok Pesantren Al Maliki 2 Bahrul Ulum, yang memberikan materi tentang sejarah dan pemahaman mendalam mengenai Bahrul Ulum. Sesi kedua mengangkat topik Ahlussunnah Wal Jamaah yang disampaikan oleh K.H. Rif’an Bd. Nashir, Lc., pengasuh Pondok Pesantren Al Fathimiyyah Bahrul Ulum. Sesi terakhir membahas tentang jati diri santri dan akhlakul karimah oleh Ibu Nyai. Hj. Basyirotul Hidayah,M.Pd.I. pengasuh Pondok Pesantren Al Amanah Bahrul Ulum
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan wawasan tentang ajaran agama yang benar, tetapi juga membentuk karakter siswa yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan kehidupan, dengan tetap berpegang pada ajaran Islam yang moderat dan penuh kasih sayang.




