Ciptakan Pesantren Bebas Skabies, MAUWH Jalin Kerja Sama Edukasi dengan FKIK UIN Malang
MAUWH.SCH.ID, Jombang – Guna mewujudkan lingkungan pesantren yang sehat dan bebas dari penyakit menular, MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang (MAUWH) menggelar kegiatan Edukasi Kesehatan Penyakit Kulit Skabies di Pondok Pesantren, Minggu (6/9/2026). Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Berlangsung di Aula Gedung A MAUWH, sosialisasi kesehatan ini digelar sebagai langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman serta upaya pencegahan penularan penyakit kulit, khususnya skabies (kudis), di lingkungan pondok pesantren.
Sambutan Kepala Madrasah, Bapak Faizun, S.Pd., M.Pd.
Kepala MAUWH, Faizun, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi serta rasa terima kasih atas kepedulian FKIK UIN Malang terhadap kesehatan para santri di pesantren.
"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar FKIK UIN Malang yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu di madrasah kami. Kesehatan merupakan modal utama siswa dalam menuntut ilmu. Melalui edukasi ini, kami berharap para murid dapat semakin disiplin menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan asrama," ujar beliau.
Sementara itu, perwakilan UIN Malang, Prof. Dr. Ulfah Utami, M.Si., juga menyampaikan terima kasih kepada pihak madrasah atas penyambutan yang hangat. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma perguruan tinggi yang menggabungkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, salah satunya terkait pemanfaatan potensi herbal sebagai alternatif pengobatan skabies.
Pemaparan oleh apt. Novia Maulina, M.Farm
Usai penyerahan vandel secara simbolis dan sesi foto bersama, agenda inti dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh apt. Novia Maulina, M.Farm. Dalam penyampaiannya, Novia mengupas tuntas definisi skabies, faktor risiko lingkungan pesantren, pola penularan, gejala, komplikasi, hingga meluruskan berbagai mitos seputar penyakit kulit tersebut.
Antusiasme siswa tampak saat sesi tanya jawab interaktif dibuka. Suasana kian meriah ketika memasuki sesi ice breaking permainan pulpen keliling. Murid yang memegang pulpen saat lagu berhenti ditantang untuk menjawab pertanyaan dari tim mahasiswa FKIK UIN Malang.
Sebelum agenda ditutup secara resmi pada pukul 11.40 WIB, para peserta terlebih dahulu mengikuti post-test melalui pengisian kuesioner serta menyaksikan pemutaran video profil FKIK UIN Malang.
Turut hadir mendampingi rombongan akademisi UIN Malang di antaranya Prilya Dewi Fitriasari, S.Si., M.Sc., Mahrus Ismail, M.Si., Dr. apt. Burhan Ma'arif, M.Farm., apt. Alma Nuril Aliyah, M.Farm., serta dr. Prida Ayudianti, Sp.DVE, FINSDV.
Melalui sinergi ini, MAUWH menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan belajar dan hunian pesantren yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh murid.