Gandeng Pakar AI Asal Malaysia, MAUWH Perkuat Adaptasi Guru dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan
MAUWH.SCH.ID_Jombang, 17 Juli 2026. Menghadapi dinamika pendidikan di era kecerdasan buatan. MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Tambakberas Jombang (MAUWH) menegaskan komitmennya untuk tetap relevan dan kompetitif. Sekolah menyelenggarakan workshop internasional bertajuk "Transforming Education through Artificial Intelligence (AI): A Practical Guide for Educators" dengan menghadirkan narasumber utama, Franklin Stynelyadurai, pakar Artificial Intelligence (AI) dari Malaysia. Bertempat di Ruang Digital Gedung B.
Komitmen Lembaga dalam Adaptasi Digital
Kepala MAUWH, Faizun, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kesiapan madrasah menghadapi tantangan global.
"Kami berkomitmen untuk terus membekali guru dengan keterampilan mutakhir agar mampu menyajikan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman," ungkap beliau.

Pemaparan Franklin Styne Iyadurai dari Malaysia
Dinamika Baru Dunia Pendidikan
Dalam pemaparannya, Franklin menekankan bahwa kita saat ini hidup di era serba instan di mana fokus perhatian murid cenderung menyusut. Dunia mereka telah berubah drastis menjadi serba ringkas berita global diringkas menjadi paragraf pendek, dan konten belajar berbasis AI kini mulai memanfaatkan durasi video yang sangat efisien. Ia mengingatkan bahwa, sekolah harus hadir sebelum murid atau orang tua bertanya. Data menunjukkan bahwa 60-70% keputusan orang tua terkait sekolah sudah terbentuk sebelum mereka mengisi formulir pendaftaran, yaitu setelah mereka meneliti melalui video, membandingkan program, dan mengecek ulasan secara daring.
AI sebagai Alat Adaptasi
Strategis Workshop ini mengupas tuntas bagaimana AI dapat memberdayakan guru untuk tetap di depan. Dengan memanfaatkan AI untuk:
Menyusun modul ajar, soal, dan penilaian secara jauh lebih cepat.
Menerapkan pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan tiap siswa.
Menyediakan asesmen adaptif dengan umpan balik cepat.
Membuat materi ajar multimedia yang jauh lebih menarik.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari semua guru. Hermawan, S.Pd., salah satu guru atau peserta, menyatakan bahwa wawasan yang diberikan oleh Franklin Stynelyadurai membuka perspektif baru baginya.
"Kami jadi memahami bahwa AI adalah alat yang sangat kuat untuk efisiensi pengajaran, asalkan kita mampu menggunakannya dengan bijak dan relevan bagi murid," ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Zeila Gardiani, S.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi teknologi dan kreativitas guru.
"Dunia siswa bergerak begitu cepat. Workshop ini memotivasi kami untuk terus melakukan adaptasi agar kelas tetap menarik, personal, dan sesuai dengan tantangan masa depan," ujarnya.
Workshop ini juga menyoroti pentingnya Bahasa Inggris sebagai paspor bagi generasi global menjelang 2027/2028. Franklin memperkenalkan ekosistem belajar berbasis video otentik yang mencakup lima level: fundamental, umum, persiapan tes, bisnis, hingga spesifik industri. Pendekatan ini bertujuan menumbuhkan kepercayaan diri murid dalam berbicara dan relevansi lulusan di dunia kerja.
Melalui workshop ini, MAUWH menunjukkan bahwa keberhasilan di era AI tidak semata ditentukan oleh teknologi, melainkan oleh keberanian untuk beradaptasi, memahami kebutuhan belajar murid, dan terus berinovasi. Sejalan dengan semangat “Madrasah Berbasis Kinerja Berdampak” MAUWH berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan, kompetitif, dan selalu berada di depan dalam menjawab tantangan zaman.
Informasi lebih lanjut mengenai program dan perkembangan transformasi madrasah dapat diakses melalui situs resmi di mauwh.sch.id.
Penulis: Sariyanti, S.Pd.


