Gelar Seminar Inspiratif, MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbullah Ajak Siswa Jadi Generasi Emas Bernalar Kritis
MAUWH.SCH.ID — Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbullah (MAUWH) kembali menunjukkan komitmennya mencetak generasi unggul melalui penyelenggaraan seminar sehari bertema “Peran Kader NU di Tengah Ricuhnya Politik”. Acara berlangsung di aula madrasah pada Minggu, 10 Agustus 2025, dihadiri seluruh siswa kelas XII.
Kepala Madrasah, Faizun, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya pembekalan soft skill selain ilmu agama dan akademis.
“Madrasah tidak hanya tempat belajar, tapi juga tempat menempa karakter. Di era digital ini, kemampuan bernalar kritis dan berintegritas adalah kunci untuk bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Sambutan Kepala Madrasah, Faizun, S.Pd., M.Pd.
Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Taufiki Fakkaruddin Assilahi, S.M. yang akrab disapa Gus Fiki dan M. Ishomudin Haidar, S.Pd., Gus Haidar. Beliau berdua merupakan anggota DPRD Kabupaten Jombang dan kader NU. Keduanya memaparkan materi secara interaktif dengan diselingi studi kasus nyata yang relevan bagi remaja.
Gus Fiki menegaskan bahwa dinamika politik nasional yang kerap memanas menuntut kader Nahdlatul Ulama (NU) menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas, persatuan, dan moralitas publik.
“Pesta demokrasi adalah hal yang wajar. Namun, persaudaraan di atas segalanya. Kader-kader kita harus menjadi penyejuk, bukan provokator,” tegasnya.
Sementara itu, Gus Haidar memberikan perspektif dari sudut pandang legislator. Ia menekankan pentingnya peran kader NU di tingkat akar rumput untuk menjelaskan isu politik secara jernih, tanpa terjebak sentimen emosional atau kabar bohong (hoaks) yang dapat memecah belah masyarakat. Pesan ini disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Respon positif datang dari para siswa. Sirin Hakimah, siswi kelas XII Agama 2, mengaku mendapat banyak wawasan baru.
“Dulu saya sering bingung membedakan peran kader NU, tapi sekarang saya jadi tahu dan terinspirasi untuk lebih bijak mempelajarinya,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan pesan Kepala Madrasah agar siswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama dan penyerahan penghargaan kepada kedua narasumber.
Penulis: Arnes shinta azzahrah
Editor: Sariyanti, S.Pd.





