Sifat marah adalah tabiat bagi manusia, sifat ini tidak mungkin untuk dihilangkan sehingga Alloh pun tidak memerintahkan manusia untuk menghilangkannya akan tetapi Allah memerintahkan manusia untuk menahannya dan tidak menampakannya di hadapan kaum muslimin yang lain.
Hadits ini memberikan penjelasan betapa Allah sangat menyukai hamba-Nya yang mampu menahan diri saat marah.
Marah pada umumnya tidak saja membikin orang lain takut dan sakit. Marah sebenarnya juga menyakiti diri sendiri.
Dan yang harus lebih kita sadari adalah bahwa marah merupakan sikap yang sangat dibenci oleh Allah.
Sedikitnya ada tujuh cara yang bisa kita tempuh untuk menahan amarah.
Pertama, jangan marah kecuali karena Allah Ta’ala.
Sesungguhnya semua kemarahan itu buruk, kecuali karena Allah Ta’ala. Marah karena Allah merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan pahala, bahkan menjadi sebuah keharusan. Seorang Muslim yang marah karena hukum Allah diabaikan merupakan contoh marah karena Allah, misalnya marah ketika menyaksikan perbuatan haram, marah ketika anak kita meninggalkan kewajiban, dan lain sebagainya.
Marah semacam ini akan mudah diatasi karena hakikatnya kita tidak memarahi pelakunya melainkan memarahi perilakunya. Sehingga ketika perilakunya berubah seketika itu pula kemarahan kita hilang dan berubah menjadi kasih sayang.
Cara mengatasi amarah yang kedua adalah dengan mengingat keagungan Allah.
Ketika mengingat kebesaran Allah Ta’ala, maka kemarahan bisa diredam. Bahkan, mungkin tak jadi marah sama sekali. Ini dapat kita lakukan misalnya dengan mengingat bahwa Allah selalu menyertai orang-orang yang sabar, “Innalloha ma’asshobirin.” Jika Allah, sang Kholiq Maha Penyabar, maka layakkah kita sebagai hamba-Nya bersifat pemarah? Tentu tidak.
Cara yang Ketiga adalah dengan berlindung kepada Allah, dengan mengucapkan: A’udzubillaahi minasyaithon, yang artinya saya berlindung kepada Allah dari godaan setan. Sebab sesungguhnya marah itu bersumber dari setan.
Yang keempat adalah Diam.
Dalam salah satu hadits Rasulullah bersabda (yang artinya), “Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR Ahmad)
Kelima, mengubah posisi
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring.”
Keenam, dengan Berwudhu.
Dan yang terakhir adalah dengan Berdoa kepada Allah agar terhindar dari sifat marah.
Itulah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk meredam kemarahan. Semoga kita menjadi orang-orang yang mampu menahan diri saat marah