Kisah Inspiratif Nyai Mundjidah Wahab
Ikhtisar
Alfiyah Ashmad, seorang penulis berdarah Jombang, Jawa Timur, telah menempuh gelar Master Anthropology of Conflict, Violence and Conciliation di University of Sussex, United Kingdom atas beasiswa IFP (Internasional Fellowship Program) For Foundation. Ia memperkenalkan sebuah konsep yang menyoroti peran perempuan dalam menanggapi perubahan sejarah di berbagai aspek kehidupan, seperti dalam lingkup keluarga, masyarakat, ekonomi, dan politik di sekitarnya. Konsep ini mencerminkan kontribusi yang diberikan oleh perempuan dalam berbagai gerakan yang lebih luas, baik di tingkat komunitas, negara, maupun dalam konteks gejolak politik global.
Saat ini, Alfiyah Ashmad telah menerbitkan sebuah buku berjudul "Mundjidah Wahab: Otoritas, Profesionalisme, dan Kebijakan Publik di Kabupaten Jombang." Buku ini mengisahkan perjalanan hidup, pendidikan, serta karier Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab, bupati perempuan pertama di Kabupaten Jombang. Beliau juga merupakan puteri dari pahlawan nasional, K.H. Abdul Wahab Hasbulloh. Melalui bukunya, Alfiyah membawa kita untuk lebih memahami pandangan Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab terhadap pemerintahan, pembangunan, dan juga warisan yang telah beliau tinggalkan bagi masyarakat Jombang.
Melalui bukunya ini, Alfiyah Ashmad berhasil menyuarakan pengalaman dan pandangan seorang tokoh perempuan sebagai pelaku sejarah. Ini penting, karena perempuan memiliki pengalaman yang berbeda dengan laki-laki dalam menghadapi serta menanggapi gejolak sosial, ekonomi, dan politik dalam masyarakat. Bukti dari bukunya ini menunjukkan bahwa Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab adalah seorang perempuan yang mampu melewati batasan status sosial yang telah menjadi tradisi di Masyarakat. Beliau membentuk dirinya melalui teladan dari orang tuanya, pendidikan yang diterimanya, pengalaman hidupnya, dan pengetahuannya. Dengan kemampuannya ini, beliau berhasil mengelola dan mengatasi tekanan di sekelilingnya, menjadikannya potensi kekuatan untuk mengambil peran aktif dan berkontribusi bagi kebaikan masyarakat. Perjalanan hidup Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab menjadi sebuah hikmah yang patut diambil pelajaran dan dibagikan kepada masyarakat secara luas.
Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab dilahirkan di Tambakberas, Jombang, pada tanggal 22 Mei 1948. Beliau adalah anak dari Ibu Nyai Sa’diyah dan ayahnya, K.H. Abdul Wahab Hasbulloh. Menurut garis nasab dan silsilah keluarga, Ibu Nyai Mundjidah Wahab berasal dari keturunan bangsawan. Ayahnya, K.H. Abdul Wahab Hasbulloh, merupakan anak dari pasangan K.H. Hasbulloh Said, yang menjabat sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, dengan ibunya bernama Nyai Latifah. K.H. Hasbulloh Said adalah keturunan Kiai Abdus Salam, bin Abdul Jabar, bin Ahmad, bin Pangeran Sumbu, bin Pangeran Benowo, keturunan Jaka Tingkir (Mas Karebet), bin Lembu Peteng, bin Brawijaya V (Raja Majapahit Ketujuh).
Buku "Mundjidah Wahab: Otoritas, Profesionalisme, dan Kebijakan Publik di Kabupaten Jombang" terdiri dari delapan bab yang mengulas berbagai aspek perjalanan kehidupan dan karier Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab. Buku ini membahas pembentukan beliau dalam lingkup keluarga, awal kariernya di dunia kepemimpinan politik, serta dedikasinya dalam membangun Jombang, menghasilkan kebijakan publik secara inklusif yang mendukung partisipasi seluruh masyarakat.

Juara 1 Resensi Buku Nyai Hj. Mundjidah Wahab
Di dalam buku karya Alfiyah Ashmad ada beberapa bab yang perjalan Ibu Nyai Hj. Mundijdah Wahab, yakni :
-
Bab pertama membahas pembentukan beliau dalam lingkungan keluarga.
-
Bab kedua mengulas kehidupan sekolah, pengalaman organisasi, serta dinamika dalam keluarga kecil Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab.
-
Bab ketiga membahas otoritas keagamaan dan peran dalam kepemimpinan organisasi.
-
Bab keempat mengulas awal karier dan perjalanan kepemimpinan beliau dalam politik.
-
Bab kelima memfokuskan pada peran Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab dalam strategi membangun politik dan pemerintahan.
-
Bab keenam membahas upaya membangun Jombang, termasuk revitalisasi birokrasi dan penuntasan program-program penting.
-
Bab ketujuh mengeksplorasi bagaimana peningkatan kualitas pelayanan kebutuhan dasar terwujud melalui pembangunan Madrasah Diniyah, perbaikan jalan raya, kondisi serta langkah perawatan jalan, dan pengembangan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.
-
Bab kedelapan mendalami profesionalisme dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk peran penting beliau dalam lembaga-lembaga seperti Bank Jombang, PERUMDAM Tirta Kencana, Perumda Aneka Usaha Segar, dan PD Perkebunan Pangklungan.
Kelebihan dan Kekurangan Buku
-
Kelebihan
Buku "Mundjidah Wahab: Otoritas, Profesionalisme, dan Kebijakan Publik di Kabupaten Jombang" menggambarkan perjalanan seorang perempuan dengan karakter dan profesionalisme yang luar biasa. Kisah ini dimulai dari latar belakang keluarganya, pendidikannya, pengalaman organisasinya, perannya dalam politik, hingga upayanya dalam merumuskan kebijakan publik yang bertujuan untuk membangun Jombang menjadi lebih baik dan mengintegrasikan teknologi dalam proses tersebut.Buku ini menghadirkan pencapaian-pencapaian epik Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab dalam Upaya dan strategi membangun Kota Jombang, agar pesan dan prestasi yang ingin disampaikan dapat tersampaikan secara efektif kepada pembaca. Seperti dalam upaya revitalisasi birokrasi dan penyelesaian program, terdapat pencapaian signifikan seperti penyelesaian Jembatan Ploso, penyelesaian TPA Sanitary Landfill, normalisasi serta revitalisasi sungai, dan juga revitalisasi Industri Kecil Menengah (IKM) Slag Aluminium. Semua ini telah mengubah wajah Kota Jombang secara positif.
Terkait dengan kualitas pelayanan kebutuhan dasar, Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab telah mengembangkan Madrasah Diniyah, membangun jaringan jalan raya yang lebih baik, menerapkan konsep Smart City, Linked Market, serta berkolaborasi dalam program USAID-Madani. Selain itu, beliau juga terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah malnutrisi pada anak bersama UNICEF.
Dalam Upaya meningkatkan profesionalisme Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab memprioritaskan untuk menguatkan dan mengembalikan fungsi BUMD sesuai dengan peran yang seharusnya. Hal ini dilakukan melalui pengelolaan yang didasarkan pada prinsip profesionalisme dengan landasan ekonomis, strategis, dan pengelolaan anggaran yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan Kabupaten Jombang.
-
Kekurangan
Buku "Mundjidah Wahab: Otoritas, Profesionalisme, dan Kebijakan Publik di Kabupaten Jombang" belum menyajikan bukti atau data pendukung konkret yang dapat memperkuat argumen tentang keberhasilan Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab. Sebagai contoh, data seperti statistik mengenai peningkatan infrastruktur atau statistik penurunan tingkat malnutrisi pada anak akan memberikan dukungan empiris yang lebih kuat terhadap klaim-klaim yang disajikan dalam buku ini.
Kesimpulan
Buku yang berjudul "Mundjidah Wahab: Otoritas, Profesionalisme, dan Kebijakan Publik di Kabupaten Jombang" sangat menarik karena membahas sejarah dan perjalanan hidup Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab. Buku ini memiliki potensi besar untuk menginspirasi pembaca agar mengikuti jejak beliau dalam membangun masyarakat dan berkontribusi dalam kebijakan publik.
-
Saran
Promosi yang efektif sangat penting untuk memastikan bahwa buku ini mendapatkan perhatian yang memadai, terutama di kalangan masyarakat Jombang dan mereka yang tertarik dengan sejarah dan kebijakan publik lokal. Upaya promosi dapat meliputi pameran buku, diskusi panel, serta pemanfaatan media sosial.
Buku ini mungkin memiliki jangkauan pembaca yang terbatas, terutama bagi mereka yang tidak memiliki minat khusus dalam sejarah atau perkembangan lokal. Oleh karena itu, perlu mempertimbangkan strategi untuk mempromosikan buku ini kepada lebih banyak calon pembaca yang potensial.
-
Kritik
Buku ini seharusnya lebih menonjolkan nilai uniknya. Apa yang membuatnya berbeda dari biografi atau buku sejarah lainnya? Mengapa pembaca harus memilih buku ini daripada yang lain?.