Menyibak Sisi Lain Dari Cleopatra
MAUWH.SCH.ID- Berbicara tentang Mesir pastilah yang terlintas di pikiran semua orang adalah tentang negara yang menyimpan sejarah kuno penuh misteri. Banyak sekali para ilmuwan dan arkeolog yang mendatangi dan melakukan riset secara langsung di lokasi untuk mendapatkan hasil penelitian yang memuaskan. Kini kita tidak perlu mendatangi atau bahkan melakukan riset yang sama untuk mengetahui sejarah peradaban di negara yang menghasilkan piramida tersebut.
Rusdi dalam bukunya yang berjudul 'Biografi Inspirasional Wanita Fenomenal Pencipta Wajah Dunia, Cleopatra' ini mampu menjawab satu persatu pertanyaan dari khalayak ramai yang penasaran tentang negara Mesir.
Dari judulnya, buku tersebut menjelaskan tentang biografi Sang Cleopatra. Sering kali saat mendengar nama itu disebut, orang akan berpikir jika Cleopatra adalah sosok ratu cantik yang senang memperdaya lawan jenisnya demi sebuah ambisi yang diinginkan. Hal itu tidak keliru karena sejarah memang mencatatnya. Namun, dibalik hal itu, ada fakta yang lebih menarik tentang wanita yang pernah menjabat sebagai ratu Mesir ini. Cleopatra mempunyai kecerdikan dan kemampuan berpikir yang tinggi, hal itu dibuktikan dengan adanya kunjungan politik dari Roma yang dilakukan oleh Julius Caesar Antonius.
Saat itu, ketika Ptolemy XII (ayah Cleopatra) meninggal pada tahun 51 SM kerajaan seharusnya diwariskan kepada Cleopatra sebagai anak tertua. Namun Pothinus seorang kasim istana malahan muncul mengambil alih kekuasaan dan mengusir Cleopatra dari istana.
Ketika Cleopatra diusir, di Roma sedang terjadi perebutan pengaruh yang terdiri dari Caesar, Pompey, dan Crassus yang sama-sama memegang tampuk pemerintahan. Dalam pergolakkan itu Caesar berhasil memukul mundur prajurit Pompey yang kemudian mengungsi ke Mesir.
Kedatangan Julius Caesar ke Mesir adalah untuk menagih hutang kepada penerus Dinasti Ptolemy XII. Saat itulah Cleopatra tergerak untuk menunjukkan kemampuan dan kecerdikannya dalam bermain politik. Ia memanfaatkan kedatangan Julius Caesar, dengan berbekal raga dan kemolekan tubuhnya, Cleopatra mulai mengajak Kaisar Romawi itu bermain hingga menjadikannya bertekuk lutut. Akhirnya semua permintaan dari wanita ini dikabulkan.
Singkat cerita, Cleopatra berhasil merebut Kembali kekuasaannya sekaligus membebaskan Mesir dari hutangnya dengan bangsa Romawi.
Hal ini menjadi bukti bahwa Cleopatra memang piawai dalam menghadapi lawan jenis dan lawan politiknya.
Cleopatra VII adalah Fir’aun Mesir terakhir yang selalu mendapatkan tempat di hati rakyat Mesir. Namun sayang kisahnya berakhir tragis karena peperangan dan pemberontakan. Bagaimana cara dia meninggal atau dimana letak makamnya itu masih menjadi pertanyaan para Arkeolog dunia pada saat ini.
Penulis : Ivani Irtiva’ul Khusna