Pimpinan Komisariat IPPNU MAUWH Gelar MAKESTA 2025
Jombang – Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) sukses menggelar kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) pada 22-23 Januari 2025. Kegiatan yang bertempat di Aula MAUWH tersebut dibuka langsung oleh Kepala MAUWH, Faizun. MAKESTA dihadiri oleh puluhan peserta yang antusias mengikuti serangkaian materi dan kegiatan untuk memperdalam pemahaman nilai-nilai organisasi.
Ketua panitia, Dewi Eka, menyampaikan bahwa MAKESTA merupakan tahap awal yang sangat penting bagi anggota baru IPPNU. "Melalui kegiatan ini, anggota diajarkan untuk lebih memahami nilai-nilai dasar organisasi, seperti solidaritas, disiplin, kejujuran, dan rasa tanggung jawab yang tinggi," ujarnya. Menurut Dewi, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan kader-kader yang tangguh dan siap berkontribusi untuk kemajuan organisasi.

Dalam sambutannya, Kepala MAUWH Faizun menekankan pentingnya keberadaan IPPNU sebagai wadah mencetak pemimpin masa depan. Ia mengingatkan bahwa di MAUWH mengalir darah kepemimpinan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh, para siswa dibimbing untuk mewarisi semangat kepemimpinan Mbah Wahab, seorang inisiator, pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama. “Siswa MAUWH harus mengetahui dan meneladani Mbah Wahab. Beliau adalah figur pemimpin yang mampu menjaga keseimbangan antara agama dan negara,” ujar Faizun.
Faizun juga memberikan pesan mendalam kepada para peserta agar serius dalam mengikuti organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). “Ikut organisasi NU jangan main-main. Harus serius. Lebih lanjut di hadapan para peserta Faizun berpesan agar dalam berjuang tidak pernah membenturkan agama dengan negara, sebagaimana yang dicontohkan para ulama NU,” tambahnya.
MAKESTA 2025 ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran nilai-nilai organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun semangat solidaritas di kalangan pelajar. Para peserta terlihat antusias mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari diskusi, pelatihan kepemimpinan, hingga kegiatan keagamaan yang dirancang untuk memperkuat rasa cinta terhadap organisasi dan semangat juang para pendiri NU.


