Prihatin Pergaulan Bebas pada Remaja, Pengampu BK: Bangun Lingkungan Positif
MAUWH.SCH.ID-
Awal tahun yang cukup menyayat hati. Betapa tidak, beredar kabar diberbagai media sosial, ratusan remaja asal Ponorogo Jawa Timur hamil di luar nikah, lalu mengajukan permohonan Dispensasi Kawin (Diska) ke Pengadilan Agama setempat.
“Sangat prihatin dan sangat disayangkan, pondasi agama harus diperkuat lagi dan pendidikan harus ditingkatkan serta merata ke desa-desa terpencil,” kata Pengampu Bimbingan Koseling Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Ustadzah Eny Fitria Maharani, Sabtu (14/01/2022).
Alumnus Universitas Brawijaya (UB) Malang tersebut menyampaikan bahwa perlu adanya pendampingan dan pengawasan lebih intens terhadap para remaja. Guru maupun orang tua berperan penting dalam menentukan lingkungan yang positif bagi anak. Selain itu, sosialisasi dampak pergaulan bebas harus digalakkan kembali, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat menengah.
Ia menyadari bahwa pergaulan bebas yang terjadi pada remaja bukan murni kesalahan dari para pelaku. Melainkan, banyak faktor yang melatarbelakangi seperti halnya, lingkungan keluarga dengan tingkat pendidikan yang rendah dan dan penyalahgunaan internet.
“Korban perceraian, masalah ekonomi serta lingkungan yang tidak sehat juga bisa menjadi penyebab terjadinya pergaulan bebas,” terang wanita asal Balikpapan tersebut.
Disampaikannya, pergaulan bebas yang berujung pada pernikahan dini, potensi terjadinya perceraian sangat tinggi, kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta masalah finansial disebabkan belum memiliki keahlian mumpuni sebagai penunjang karir. Selain itu, adanya tanggungjawab baru tidak menutup kemungkinan akan menghambat para remaja untuk mengembangkan potensi diri.
“Banyak dampak negatifnya, remaja itu rentan menderita stres, kecemasan, dan gangguan mental lainnya. Apalagi di usia muda, baik pria atau wanita cenderung ingin mengeksplor banyak hal dan masih ingin bebas mengekspresikan diri,” jelasnya.
Lebih lanjut, wanita yang menekuni bidang psikologi sejak 2013 ini membagikan tips agar terhindar dari pergaulan bebas. Pertama, menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif. Kedua, menghindari lingkungan yang negatif dan yang tak kalah penting yaitu senantiasa meningkatkan keimanan Kepada Allah SWT.
Sementara itu, ia menuturkan bahwa di MA Unggulan sendiri sudah melakukan tindakan preventif dalam menghadapi maraknya kasus pergaulan bebas pada remaja. Beberapa kegiatan yang ada diantaranya adalah dengan membedakan kelas berdasarkan jenis kelamin, memberikan wawasan bahayanya pergaulan bebas, memberikan siraman rohani dengan kegiatan keagamaan seperti membaca Al Qur’an bersama dan ceramah dari para tokoh agama di lingkungan pesantren.
Ustadzah Eny berharap para siswa MAUWH dapat terhindar dari pergaulan bebas yang berujung pernikahan dini. Ia pun mengajak para remaja untuk menjaga diri dengan senantiasa membangun pertemanan yang sehat dan bijak dalam menggunakan media sosial.
“Semoga putra-putri kami MA Unggulan dan para remaja pada umumnya dapat terhindar dari pergaulan yang tidak sehat. Sehingga, mereka bisa mengembangkan potensi sesuai cita-cita yang diimpikan, baik di dalam maupun luar negeri,” pungkasnya.
Penulis : Risalatul Mu’awanah