Revitalisasi Sandur Manduro: Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Antropolinguistik di Lingkungan Pesantren
MAUWH.SCH.ID – Suasana Aula MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh pagi ini dipenuhi semangat kolaborasi akademik. Tim peneliti Universitas PGRI Jombang menggelar Forum Diskusi Penelitian Fundamental Reguler bertajuk “Revitalisasi Sandur Manduro sebagai Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Antropolinguistik untuk Siswa SMA di Lingkungan Pondok Pesantren.”
Acara dimulai dengan pembukaan oleh Dr. Mu’minin, M.A., yang menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal seperti Sandur Manduro dapat menjadi pintu masuk penting dalam pembelajaran yang bermakna. Menurutnya, pendidikan harus mampu memadukan ilmu pengetahuan dengan kekayaan tradisi agar peserta didik tidak tercerabut dari akar budaya mereka.
Kepala MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh, Bapak Faizun, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama strategis ini. Ia menekankan bahwa inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat relevan untuk membentuk karakter santri yang berwawasan luas namun tetap berakar pada nilai budaya bangsa.
Forum diskusi yang dipimpin oleh Dr. Diana Mayasari, M.Pd. berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta yang terdiri dari guru dan dosen saling bertukar gagasan tentang bagaimana Sandur Manduro dapat diintegrasikan ke dalam materi Bahasa Indonesia dengan pendekatan antropolinguistik. Diskusi ini membuka ruang baru untuk menghadirkan metode pembelajaran yang tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap seni dan budaya lokal.
Kegiatan ini diharapkan menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan madrasah dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan berkarakter. Dengan menghidupkan kembali Sandur Manduro, dunia pendidikan di lingkungan pesantren tidak hanya berkontribusi pada pelestarian budaya, tetapi juga mencetak generasi muda yang cerdas dan beridentitas kuat.