Siapkan Generasi Qur’ani, MAUWH Bekali Siswa Kelas XII Sanad Metode Yanbu’a
MAUWH.SCH.ID_Jombang, 25 Januari 2026. Menjelang kelulusan, MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang (MAUWH) tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada kesiapan mental siswa dalam berkhidmah di tengah masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diklat Calon Guru TPQ Metode Yanbu’a yang dikhususkan bagi siswa kelas XII dan diselenggarakan selama dua hari, pada 24–25 Januari 2026.
Kegiatan khidmat ini diawali dengan pembacaan tahlil bersama di Aula Gedung A MAUWH, dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC serta lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan suasana. Program ini dirancang sebagai bekal pamungkas bagi para lulusan agar memiliki standar bacaan yang fasih, tartil, dan sesuai kaidah.

Kepala MAUWH, Faizun, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa ijazah akademik harus dibarengi dengan kebermanfaatan sosial. Beliau menyampaikan,
“Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa yang akan lulus dari madrasah ini bisa membaca Al-Qur'an dengan bagus dan benar, syukur-syukur menjadi guru TPQ nantinya.” tutur beliau.
Puncak acara diisi oleh sosok kharismatik, K.H. Muhammad Yahya Khusnan, S.Pd.I., selaku Pembina Lembaga Muroqobah Yanbu’a (LMY) Jombang. Beliau memberikan motivasi spiritual yang menggetarkan hati para siswa mengenai pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dalam mengajarkan Al-Qur'an.
“Sampean nanti kalau sudah lulus dari Tambakberas, terus pulang ke rumah ada yang minta mengajari Al-Qur'an, maka terimalah. Sekali sampean menolak, mereka tidak akan percaya lagi sama sampean,” pesan beliau.
Beliau juga mengingatkan agar para santri tidak risau masalah materi dalam berdakwah. “Tidak usah memikirkan berapa bayarnya, harus ikhlas lillahita’ala. K.H. Masduqi Perak pernah berpesan ”dadi guru Qur’an gak iso mangan, ketoken drijiku” (jadi guru Al-Qur'an tidak bisa makan, potonglah jariku).”Tambahnya.
Pemilihan metode Yanbu’a dalam diklat ini bukan tanpa alasan. Metode ini dipilih karena ketatnya penjagaan terhadap makharijul huruf dan adanya ketersambungan sanad (mata rantai keilmuan) hingga ke penulisnya, yang memberikan rasa aman dan mantap bagi siswa saat mengabdi di tengah masyarakat nanti.
Antusiasme terlihat dari salah satu peserta, Fatheemah Azzahra dari kelas XII MIPA 2. Ia merasa diklat ini adalah jawaban atas kekhawatirannya setelah lulus nanti. “Kegiatan ini sangat luar biasa. Kami tidak hanya belajar teknis mengajar, tapi juga belajar arti keikhlasan dalam berkhidmah. Ini membuat saya jauh lebih siap dan percaya diri untuk pulang ke kampung halaman dan berbagi ilmu Al-Qur'an,” ujarnya.
Melalui pembekalan intensif ini, MAUWH berharap setiap lulusannya mampu menjadi pelita di tengah masyarakat, menjaga dan meneruskan warisan para kiai, serta menjadi pejuang literasi Al-Qur’an yang tangguh dan berkarakter.
Penulis: Felisa Haura Nisrina, Kelas XI IPS 2
Editor: Sariyanti, S.Pd.



