Siswa MAUWH Siap Mendunia, Pelajari Peluang Kuliah ke Luar Negeri Bersama ITCC
MAUWH.SCH.ID. — Indonesia Tionghoa Culture Center (ITCC) menyelenggarakan sosialisasi studi lanjut dan karier internasional pada hari Rabu, 20 Agustus 2025 di Aula MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH) Tambakberas. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pendampingan Studi Lanjut dan Karier (P2SLK) yang diikuti oleh siswa, guru, serta menghadirkan narasumber dari bidang pendidikan internasional.
Kepala Madrasah, Faizun, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya membuka peluang kuliah ke luar negeri. “Program ini bertujuan mempermudah siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Bahkan, biaya kuliah di luar negeri terkadang lebih terjangkau dibanding di Indonesia,” ujarnya.
Salah satu narasumber, Muhammad Tajudin Muslim, memaparkan berbagai peluang studi lanjut, khususnya ke Cina dan Taiwan. Menurutnya, minat kuliah di Cina terus meningkat sejak tahun 2000-an karena kemajuan teknologi, biaya kuliah yang relatif terjangkau, serta peluang kerja yang luas.
“Jika ingin kuliah ke luar negeri, persiapan harus dimulai sejak sekarang. Untuk program kedokteran internasional misalnya, mahasiswa bisa memperoleh dua gelar sekaligus, yaitu dokter umum dan dokter bedah. Total biaya kuliah hingga lulus sekitar Rp300 juta, sudah termasuk asrama,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya memahami syarat masuk perguruan tinggi luar negeri. Jurusan kedokteran membutuhkan nilai rapor lima semester, khususnya Biologi, dengan nilai minimal 8. Sementara itu, jurusan umum mensyaratkan rapor ditambah sertifikat kemampuan bahasa Inggris.

Dalam sesi tanya jawab, Najwa Auliya Fauziya, siswa kelas XII IPS 2, menanyakan mengenai persiapan studi di Cina. Narasumber menyarankan agar siswa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan membangun komunikasi yang baik dengan profesor.
Pertanyaan lain seputar persiapan beasiswa juga muncul. Narasumber menjelaskan bahwa siswa dapat meminta rekomendasi dari guru, khususnya guru Bahasa Inggris, serta mengikuti tes TOEFL/IELTS. Ia juga menyinggung perbedaan budaya akademik antara Indonesia dan Cina. “Mahasiswa di Indonesia cenderung lebih santai, sedangkan di Cina mahasiswa sangat disiplin karena takut gagal dan takut tidak mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, siswa MAUWH diharapkan semakin termotivasi untuk mempersiapkan diri melanjutkan studi ke luar negeri sekaligus menghadapi persaingan global di masa depan.
Penulis: Qotrunnada, XI IPS 2
Editor: Sariyanti, S.Pd.




