Suara Murid Bukan Sekadar Formalitas! MAUWH Bangun Budaya Demokratis Lewat Serap Aspirasi
MAUWH.SCH.ID – Bagaimana jika murid diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan, kritik, saran, hingga harapan secara langsung kepada kepala madrasah? Inilah semangat yang dihadirkan MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH), Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, melalui kegiatan Serap Aspirasi Murid yang diselenggarakan pada Kamis (22/10/2026) di lantai 4 Gedung B.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh murid. Bukan sekadar forum tanya jawab, kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen MAUWH dalam membangun lingkungan pendidikan yang demokratis, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Kepala MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh menegaskan bahwa membangun madrasah yang demokratis tidak cukup hanya melalui kebijakan dari pimpinan. Dibutuhkan keterbukaan untuk mendengarkan suara murid sebagai bagian penting dari proses pengembangan madrasah.
Menurutnya, murid bukan sekadar pihak yang menerima layanan pendidikan, melainkan bagian penting dari ekosistem madrasah yang berhak menyampaikan pendapat dan memberikan masukan.
“Sekolah ini dirancang untuk murid, bukan hanya untuk guru. Karena itu, kita juga perlu mendengarkan aspirasi dari murid,” demikian penegasan Kepala Madrasah.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas perlu dibangun melalui komunikasi dua arah. Madrasah tidak hanya bertugas memberikan pembelajaran, tetapi juga perlu memahami pengalaman, kebutuhan, dan harapan para murid agar kebijakan yang diambil semakin relevan dengan kondisi nyata di lingkungan pendidikan.
Melalui pendekatan ini, MAUWH berupaya membangun budaya keterbukaan, menumbuhkan rasa memiliki terhadap madrasah, serta mendorong murid agar berani menyampaikan gagasan secara santun dan bertanggung jawab.
Untuk memastikan aspirasi dapat disampaikan secara terstruktur sekaligus terbuka, kegiatan ini menggunakan dua mekanisme.
Pertama, aspirasi dihimpun terlebih dahulu melalui wali kelas masing-masing. Kepala Tata Usaha (KTU) mengoordinasikan proses rekapitulasi pertanyaan, saran, dan masukan dari setiap kelas agar dapat disampaikan kepada kepala madrasah dalam forum bersama.
Kedua, murid diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, saran, atau masukan secara langsung ketika kegiatan berlangsung. Dengan demikian, aspirasi tidak hanya disampaikan melalui perwakilan kelas, tetapi juga dapat dikemukakan secara langsung dalam forum dialog.
Dua mekanisme ini memberikan kesempatan kepada murid untuk menyuarakan kebutuhan dan pandangan mereka, baik melalui penyampaian yang terstruktur maupun komunikasi langsung.
Forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi kepala madrasah untuk memberikan tanggapan terhadap berbagai persoalan yang disampaikan, sekaligus menjelaskan hal-hal yang perlu dipahami bersama oleh seluruh warga madrasah.
Kegiatan serap aspirasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan madrasah. Melalui dialog terbuka, pihak madrasah dapat mengetahui berbagai kebutuhan murid, mengevaluasi program yang telah berjalan, serta mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki.
Aspirasi yang dihimpun diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan menyusun langkah pengembangan madrasah. Dengan begitu, keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan sudut pandang pengelola, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman dan kebutuhan murid sebagai pihak yang menjalani proses pendidikan setiap hari.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pendidikan demokrasi secara langsung. Murid belajar bahwa menyampaikan pendapat merupakan hak yang perlu diiringi dengan sikap santun, argumentasi yang baik, dan tanggung jawab. Sementara itu, pihak madrasah membangun budaya mendengarkan, berdialog, dan mempertimbangkan masukan secara terbuka.
Melalui kegiatan Serap Aspirasi Murid, MAUWH berharap tercipta komunikasi yang semakin terbuka dan harmonis antara pimpinan madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh murid.
Berbagai masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pelayanan, serta fasilitas madrasah. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, responsif, dan mampu mendukung perkembangan potensi serta prestasi peserta didik secara optimal.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa membangun madrasah yang unggul membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah. Setiap pihak memiliki peran, dan setiap aspirasi yang disampaikan secara konstruktif layak untuk didengar serta dipertimbangkan.
Sebab, madrasah yang terus berkembang bukan hanya madrasah yang mampu memberikan arahan, tetapi juga madrasah yang bersedia mendengarkan. Dari suara murid, lahir gagasan; dari dialog, tumbuh kepercayaan; dan dari keterbukaan, terbuka jalan menuju MAUWH yang semakin baik.
Penulis : Tim Humas





