Tak Cukup Jadi Pemimpin, Harus Mampu Jadi Teladan! LDKS MAUWH Bentuk Karakter Murid
MAUWH.SCH.ID — Jombang, 29 Oktober 2026. Apa arti menjadi seorang pemimpin? Apakah sekadar memberi arahan, atau berani bertanggung jawab dan menjadi contoh bagi orang lain? Pertanyaan inilah yang menjadi refleksi penting dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh (MAUWH).
Sebanyak 97 murid putra kelas X mengikuti kegiatan LDKS pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Wisata Duran Duren, Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan sekaligus memperkuat karakter murid sejak dini.
Bukan sekadar kegiatan di luar kelas, LDKS menjadi ruang pembelajaran untuk melatih kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, keberanian menyampaikan pendapat, dan kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi murid dalam menjalani kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Drs. H. Abd. Haris, menyampaikan bahwa LDKS memiliki peran penting dalam mempersiapkan murid agar mampu mengambil keputusan, bekerja sama, dan menjalankan tanggung jawab dengan baik.
Menurutnya, kepemimpinan sejati tidak selalu dimulai dari jabatan. Kepemimpinan justru tumbuh dari kemampuan mengendalikan diri, menghargai orang lain, berani mengakui kesalahan, dan konsisten melakukan hal-hal positif.
Ia berharap pengalaman selama LDKS dapat menjadi bekal nyata bagi murid untuk memperbaiki diri dan menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, setelah mengikuti LDKS, murid lebih disiplin, berani menyampaikan pendapat, mampu bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Tidak harus langsung menjadi pemimpin yang hebat, tetapi mau belajar, memperbaiki diri, dan menerapkan hal-hal baik yang diperoleh selama kegiatan,” tuturnya.
Setiap murid memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Namun, potensi tersebut perlu dibangun melalui proses, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar. Karena itu, keberhasilan LDKS tidak hanya diukur dari partisipasi murid selama kegiatan, tetapi juga dari perubahan sikap yang ditunjukkan setelah kembali ke lingkungan madrasah.
Disiplin tanpa harus selalu diingatkan, berani menyampaikan gagasan dengan santun, mampu menghargai perbedaan, serta menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab merupakan bentuk kepemimpinan yang dapat dimulai dari hal sederhana.
Melalui LDKS, MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter kuat, mampu bekerja sama, dan siap memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Sebab, pemimpin masa depan bukan hanya mereka yang mampu berdiri di depan, tetapi mereka yang berani memberi teladan, siap bertanggung jawab, dan tidak pernah berhenti belajar menjadi lebih baik.
Penulis: Tim Humas MAUWH

