Waspada, Begini Cara Dakwah Wahabi Di Indonesia
MAUWH.SCH.ID-
Halo Sobat Unggul…
Sudah pernah dengarkah sobat tentang istilah Wahabi?
Ya, Wahabi merupakan sebuah paham yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab dengan tujuan memurnikan tauhid dan membebaskan umat Islam dari perilaku syirik. Tujuan yang sangat apik namun fakta di lapangan banyak menimbulkan fitnah bagi umat Islam itu sendiri. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ungkapan Abdul Wahab bahwa segala bentuk aktivitas dan budaya keagamaan yang tidak sesuai dengan paham yang dianutnya akan diberi label ‘salah’ dan melanggar syariat sehingga patut untuk dilawan dan dihilangkan.
Perlu sobat ketahui beberapa doktrin yang disebarkan oleh kaum Wahabi tersebut. Diantaranya ialah menganggap kafir bagi semua kaum yang tidak sepaham dengannya, Al Qur’an tidak dapat memberi syafaat, membaca shalawat di atas mimbar, ziarah kubur, membaca manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jailani, mengikuti salah satu madzhab adalah perbuatan haran dan musyrik.
Wah… Agak ngeri ya sobat.
Terus, gimana ceritanya Wahabi ini bisa masuk ke Indonesia?
Oke, mimin kasih tahu, baca terus ya alurnya…
Jadi, Wahabi ini muncul pertama kali di Jazirah Arab pada Abad ke-18. Sedangkan datang ke Indonesia, kurang lebih muncul pada Abad ke-19. Waktu itu, H Miskin, H Abdurrahman dan H Muhammad Arif pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, kebetulan di sana sedang marak penyebaran paham Wahabi. Akhirnya, ketiganya pulang kembali ke tanah air yakni di Minangkabau, mereka berusaha menyebarkan paham yang baru saja didapatkan tanpa menelisik lebih dalam. Saat itu, slogan yang digencarkan adalah ‘Memurnikan Ajaran Islam’, akibatnya, terjebaklah mereka pada ajaran Islam yang berjalan tidak sesuai dengan koridor pada umumnya. Gemar memberi label bid’ah, kafir dan sesat terhadap kelompok yang tidak sepaham dengannya.
Sahabat Unggul,
Setelah mengetahui pengertian dan sejarah Wahabi masuk ke Indonesia, saatnya mimin mengulik cara mereka berdakwah.
Saat ini, dakwah Wahabi berkembang semakin pesat, bergerak dengan leluasa dengan mendirikan berbagai yayasan hingga yang paling fenomenal membentuk gerakan para-militer layaknya Laskar Jihad. Beberapa strategi yang dilakukan dalam rangka menyebarkan paham mereka diantaranya dengan membuat halaqah atau kajian rutin secara bergilir. Mendirikan Yayasan sebagai penunjang kegiatan halaqah, yayasan yang dikembangkan ialah lembaga Pendidikan seperti halnya pondok pesantren dann kursus Bahasa Arab. Selain itu, kaum Wahabi juga berdakwah melalui media sosial baik melalui radio, televisi, website hingga penerbitan berbagai buku.
Sobat Unggul, lantas apakah yang perlu kita lakukan sebagai umat yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah?
Tidak perlu berdebat dengan mereka, namun cara berdakwah yang dimiliki dapat ditiru dan dimodifikasi sebagai sarana dakwah kaum yang moderat. Menghasilkan karya-karya sebagai deradikalisasi paham ekstrem. Memanfaatkan media sosial bukan hanya untuk kepentingan pribadi melainkan sebagai sarana dakwah.
Diolah dari jurnal El-Hijaz Vol. 1 No. 1
Penulis: Risalatul Mu'awanah